Di Kebumen, 645 Perahu Hancur Diterjang Tsunami
Senin, 17 Jul 2006 22:33 WIB
Jakarta - Tsunami yang melanda pantai-pantai di Kebumen cukup dahsyat. Meski di Kebumen, untuk sementara baru ditemukan 1 korban tewas, namun sebenarnya banyak perahu milik nelayan yang rusak. Sedikitnya 645 perahu yang hancur lebur. "Perahu-perahu ini rusak parah dan hilang terseret ke laut oleh gelombang tsunami," kata Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Kebumen, Adi Nugroho saat dihubungi detikcom, Senin (17/7/2006) malam. Dengan banyaknya perahu yang hancur dan hilang, menurut Adi, para nelayan di Kebumen terancam kehilangan mata pencaharian. "Perahu rusak paling banyak di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir. Dari 500 perahu, yang rusak 370," ujar dia. Sementara di TPI Karang Duwur sekitar 150 dari 270 perahu hilang terseret ombak ke laut. Sedangkan di TPI Argo Peni sekitar 125 dari 250 perahu juga hilang terseret ombak maut tsunami.Adi Nugroho menambahkan, untungnya saat tsunami terjadi sekitar pukul 16.30 WIB para nelayan sudah merapat semua dan pulang kembali ke rumahnya. "Bila tsunami terjadi saat nelayan hendak merapat, kemungkinan korban jiwa yang jatuh bakal banyak," ujar dia. Hingga sekarang, belum ada laporan ada korban tewas di kisaran pantai Kecamatan Ayah. Padahal, Pantai di Kecamatan Ayah termasuk pantai tujuan wisata yang kerap dikunjungi wisatawan saat sore menjelang.Tsunami di Kebumen diduga menghantam 36 desa yang berada di pinggir pantai selatan Jawa. Namun data lengkap mengenai keadaan di 36 desa tersebut masih belum jelas. Pemkab Kebumen masih terus melakukan pendataan para korban, termasuk kerusakan infrastruktur.
(asy/)











































