Konflik Tanah, Warga Pasaman Barat Segel Perusahaan Sawit

Konflik Tanah, Warga Pasaman Barat Segel Perusahaan Sawit

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 22:29 WIB
Padang - Konflik kepemilikan lahan yang tak kunjung usai antara warga Langgam, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) dengan perusahaan perkebunan sawit asal Malaysia PT Laras Inti Nusa (LIN) berujung pada penyegelan perusahaan tersebut oleh ratusan warga.Kapolres Pasaman Barat AKBP Mahavira Zen ketika dihubungi detikcom, Senin (17/7/2006) mengatakan, aksi penyegelan sudah dilakukan warga sejak Rabu 12 Juli 2006 dan terus berlangsung hingga sekarang. Pihak kepolisian hingga kini terus berjaga-jaga agar warga tidak bertindak anarkis.Dikatakan Mahavira, penyegelan dilakukan warga dengan menutup portal pintu masuk ke perkebunan seluas sekitar 7 ribu hektar itu. Dalam sehari, perusahaan sawit yang investasinya merupakan hasil kerjasama dengan pengusaha Malaysia itu mampu memproduksi sekitar 300 ton sawit."Kita juga menyelidiki ada petinggi adat yang dilaporkan telah menjual tanah ulayat mereka itu. Kita berharap warga bersedia segera membuka segel agar kerugian perusahaan tidak bertambah besar," ujarnya.Sementara itu Humas Pemkab Pasaman Barat Edi Busti mengatakan, pemkab sudah memanggil camat dan wali nagari setempat untuk menyelesaikan kisruh tersebut. Menurutnya, permasalahan di perkebunan sawit itu sudah berlangsung lama karena proses penyerahan tanah yang tidak beres pada masa Orde Baru."Dalam tuntutannya, warga meminta perusahaan menyediakan 1.500 hektar kebun plasma serta imbalan Rp 20 juta per bulan untuk masing-masing kelompok tani di wilayah itu," demikian Edi Busti. (sss/)


Berita Terkait