Kantor DPRD Riau Dibobol Maling
Senin, 17 Jul 2006 21:33 WIB
Pekanbaru - Kantor DPRD Riau yang megah dengan sistem pengamanan 1x24 jam ternyata bisa juga dibobol maling. Tiga unit perangkat komputer lenyap. Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus ini.Tiga unit komputer yang berhasil digondol maling itu masing-masing berada di ruang Wakil Ketua DPRD Riau asal Fraksi PDIP Suryadi Kusaini. Komputer lainnya berada di ruang Fraksi Gabungan dan ruang Risalah.Ketika pihak Polsek Bukit Raya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin (17/7/2006), di masing-masing ruangan ditemukan bekas telapak tangan berdebu. Maling komputer ini diperkirakan masuk dari atas plafon bangunan. Ini bisa dilihat dari rusaknya atap plafon di ketiga ruangan tersebut.Sejauh ini, maling itu sendiri belum tertangkap. Pihak petugas keamanan yang berjaga di kantor wakil rakyat itu baru tahu sekitar pukul 05.30 WIB. Tiga unit komputer yang hilang itu memang nilainya tidak seberapa. Hanya saja, yang diherankan banyak orang, kantor itu padahal dijaga ketat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama 24 jam.Sekretaris Dewan (Sekwan) Nazief Susila Dharma ketika dikonfirmasi detikcom, membenarkan kantornya dibobol maling. Pihaknya menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk diselidiki.Kendati demikian, dia mengakui dengan masuknya maling menggondol tiga unit komputer itu, bukti lemahnya sistem pengamanan di DPRD Riau. "Ke depan kita akan perbaiki kembali sistem pengamanan ini. Ini bukti keteledoran pihak penjaga," tegas Nazief.Sedangkan anggota DPRD Riau Edi Ahmad RM menilai, masuknya maling ke kantornya tentulah bukti lemahnya pengawasan dan pengamanan dari pihak Satpol PP. Kendati demikian, hal itu dimungkinkan karena masih minimnya honor yang diterima pihak Satpol PP."Kalau pengawasan sekarang ini lemah, ya wajar saja. Karena Satpol PP yang bertugas di tempat kita cuma tenaga honorer, bukan berstatus PNS. Kita sendiri cukup prihatin melihat mereka," kata Edi.Ke depan, menurutnya, sebaiknya ditinjau ulang kembali status para Satpol PP tersebut. Sebab gaji mereka sangat minim dan tidak sebanding dengan tugas yang diembannya. Kendati tidak mengetahui seberapa besar gaji yang diterima Satpol PP, yang pasti, kata Edi, dana tunjangan yang diterima hanya Rp 10 ribu per bulan."Saya kira wajar saja kalau pengamanan di DPRD Riau lemah. Karena tenaga pengamanan itu hanya berhonor rendah," tandas Edi.
(sss/)











































