Polri-Imigrasi Kembangkan Teknologi Deteksi Wajah di Jalur Lintas Negara

ADVERTISEMENT

Polri-Imigrasi Kembangkan Teknologi Deteksi Wajah di Jalur Lintas Negara

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 28 Okt 2022 20:44 WIB
Polri dan Imigrasi kerja sama kembangkan face recognition di perbatasan perlintasan negara.
Polri dan Imigrasi kerja sama kembangkan face recognition di perbatasan perlintasan negara. (Foto: dok. Divisi Hubinter Polri)
Jakarta -

Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melakukan serangkaian inovasi dalam mencegah pelaku kriminal masuk ke Indonesia. Salah satunya dengan menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) di lokasi perlintasan antarnegara.

"Salah satu breakthrough yang akan dilakukan oleh Divhubinter Polri adalah upaya mengintegrasikan penerapan face recognition dengan stakeholders lainnya, baik di internal Polri maupun dengan kementerian/lembaga," kata Kadiv Hubinter Polri Brigjen Krishna Murti dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (28/10/2022).

Krishna mengatakan teknologi pengenal wajah itu akan diintegrasikan dengan sejumlah lembaga terkait. Hal itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak warga yang memiliki riwayat tindak kejahatan.

"Nantinya dapat digunakan untuk mendeteksi perlintasan semua orang yang keluar atau masuk wilayah Indonesia dan dapat dengan mudah mendeteksi para pelaku kejahatan baik dalam maupun luar negeri," jelas Krishna.

Selain itu, Krishna Murti menyebut inovasi yang tengah disiapkan pihaknya itu disambut terbuka oleh Imigrasi. Teknologi pengenalan wajah saat ini mulai diterapkan dalam bidang keimigrasian.

"Inovasi ini disambut baik oleh Ditjen Imigrasi melalui Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian yang menyampaikan bahwa saat ini sedang melakukan penerapan face recognition dalam immigration alert surveillance system dan border control management," terang Krishna.

"Ini upaya mengintegrasikan sistem yang ada di Imigrasi dengan jaringan Interpol I-24/7 yang ada di Set NCB Interpol Indonesia ini diharapkan dapat segera terealisasi mengingat pentingnya data pembanding face recognition yang ada di jaringan Interpol I-24/7 karena selama ini yang ada hanya data text," tambahnya.

Perkuat Pengawasan di Perbatasan

Sejumlah upaya telah dilakukan Divhubinter Polri dalam mencegah terjadinya kejahatan lintas negara. Terbaru, Divisi Hubinter Polri menggelar focus group discussion (FGD) dengan perwakilan polisi di sejumlah negara Asean. Diskusi itu membahas persoalan kejahatan yang kerap terjadi di wilayah perbatasan Indonesia.

FGD digelar di kawasan Tangerang Selatan pada Rabu (26/10). Kegiatan itu diikuti oleh 62 kapolres pada wilayah perbatasan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Utara, Bali, NTB, NTT, serta Papua. Atase dan Staf Teknis Kepolisian Polri pada negara Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Timor Leste juga dilibatkan.

"Melalui rangkaian kegiatan FGD dan rakor ini, Polri berupaya memperkuat kerja sama yang ada baik dengan kementerian lembaga yang menangani permasalahan perbatasan serta dengan pihak kepolisian negara-negara sahabat untuk mencegah dan melakukan penindakan terhadap transnational crime," kata Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Krishna Murti dalam keterangannya, Kamis (27/10).

Krishna Murti mengatakan rakor serta FGD tersebut juga digunakan untuk memetakan serta mencegah terjadinya tindakan kriminal di wilayah perbatasan Indonesia.

"Mengeliminir dampak yang dapat ditimbulkan kejahatan lintas negara tersebut terhadap kehidupan warga negara Indonesia di wilayah perbatasan," tutur Krishna.

(ygs/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT