Khawatir Tsunami, Warga Cilacap Tumpah Ruah ke Jalan

Khawatir Tsunami, Warga Cilacap Tumpah Ruah ke Jalan

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 17:38 WIB
Jakarta - Bencana tsunami yang melanda Pangandaran membuat warga pesisir Pantai di Cilacap panik dan mengungsi. Air laut naik dan kapal-kapal terhempas ke laut. Lalu-lintas di Cilacap pun menjadi crowded.Warga pesisir pantai ketakutan dan berlari mengungsi ke tempat yang lebih tinggi."Saya dengar warga mengungsi ke Jeruk Legi, ke lokasi yang lebih tinggi," kata Imam Supardi, seorang karyawan Pertamina kepada detikcom di Jalan Letjen Suprapto, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/7/2006).Menurut dia, lalu lintas di jalanan sedikit crowded. Warga Cilacap yang berada di kota masih belum mempercayai akan datangnya tsunami."Banyak warga yang keluar. Kami kebanyakan belum percaya tsunami akan datang. Kami berharap ini efek dari tsunami di Pangandaran," ujarnya.Aktivitas di Kota Cilacap masih berjalan normal. Banyak warga yang keluar rumah sekadar mencari informasi.Siti Komariah, karyawan di RSUD Cilacap, menyampaikan hal yang sama."Saya merasakan gempa, tetapi tidak sebesar di Yogyakarta. Rumah-rumah pun belum ada yang rusak," kata ibu dua anak ini.Menurut dia, isu tsunami juga berseliweran di Cilacap. "Air laut di pantai naik. Perahu-perahu banyak yang terhempas ke laut. Saya berharap tsunami tidak datang. Kalau tsunami datang, habis semua Cilacap," ujar Komariyah yang rumahnya berjarak 5 kilometer dari pantai ini. (aan/)


Berita Terkait