Sekjen TPO Asia Pasifik Hadiri Acara Kemensos: Bangsa Korea Cinta Ibu Risma

ADVERTISEMENT

Sekjen TPO Asia Pasifik Hadiri Acara Kemensos: Bangsa Korea Cinta Ibu Risma

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Kamis, 27 Okt 2022 19:56 WIB
Mensos Tri Rismaharini
Mensos Risma berbaju putih. (Brigitta/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities Kim Soo Il ikut menghadiri acara seminar yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam kesempatan itu, Kim mengatakan bangsa Korea mencintai Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma.

"Jadi saya sangat terharu, senang dan juga bangga. Ibu Risma sahabat Korea. Beliau sudah lama menjadi pemersatu dua bangsa, sejak jadi wali kota. Bangsa Korea mencintai beliau. Bangga dengan beliau kami hari ini," ungkap Kim pada wartawan di gedung Kemensos, Kamis (27/10/2022).

Kim menuturkan selama ini Risma sangat berperan dalam memajukan bangsa Indonesia. Dia berharap Risma dapat menciptakan bangsa yang lebih bahagia.

"Beliau berperan penting untuk bangsa dan negara. Semoga pengabdian beliau lebih membuat bangsa dan masyarakat lebih bahagia dan makmur. Saya sangat berekspektasi tinggi beliau bisa menciptakan Indonesia yang lebih bahagia, bangsa yang lebih terhormat," ujarnya.

Mensos Bicara Strategi Penanganan Masalah Sosial

Mensos Risma berbicara mengenai strategi penanganan masalah sosial di Indonesia dalam acara Seminar Berbagi Pengalaman Bersama Prof Ho-Hwan Chun dari Tongmyong University, Korea Selatan, di gedung Kemensos. Akibat pandemi COVID-19, Indonesia mengalami perlambatan kemajuan perekonomian dan menyebabkan bertambahnya masyarakat rentan atau masyarakat miskin.

"Sebagai dampak pandemi COVID-19, Indonesia mengalami perlambatan kemajuan perekonomian dan menyebabkan bertambahnya masyarakat rentan atau masyarakat miskin. Untuk itu diperlukan sebuah strategi penanganan masalah sosial di Indonesia. Strategi ini perlu melibatkan semua kalangan, terutama para pekerja sosial yang memiliki fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membantu terpenuhinya kebutuhan dasar individu khususnya masyarakat rentan/miskin," ungkap Risma dalam sambutannya.

Selanjutnya, Risma memaparkan cara menerapkan strategi tersebut. Ada tiga poin penting dalam strategi penanganan masalah sosial di Indonesia, yaitu:

Pertama, berbagai masalah sosial harus didasarkan pada peta dan data masalahnya. Data ini senantiasa divalidasi dan diverifikasi secara berkala sehingga dalam menentukan sasaran klien atau penerima manfaat (beneficieries) dapat tepat sasaran.

Kedua, berdasarkan data tersebut maka kita dapat menerapkan mekanisme yang sesuai di dalam pemenuhan kebutuhan klien atau penerima manfaat sehingga berkeadilan sosial (social justice) dan terhindar dari praktik diskrimanatif.

Ketiga, dari pelayanan yang dilakukan dengan mengacu pada mekanisme tersebut maka diharapkan klien atau penerima manfaat menjadi mandiri. Dengan diberikan pendidikan, pelatihan, pelayanan kesehatan, dan perumahan secara memadai.

Risma berharap implementasi strategi tersebut dapat diterapkan di lembaga terkait.

"Ke depannya implementasi dari strategi penanganan masalah sosial di Indonesia dapat diterapkan di lembaga kesejahteraan sosial, sentra terpadu, sentra-sentra layanan lainnya, panti sosial milik pemerintah daerah dan milik masyarakat," pungkasnya.

Lihat juga video 'Mensos Risma: BLT Diturunkan Saat Kondisi Tak Stabil':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT