Annan & Blair Minta Pasukan Internasional Dikirim ke Libanon

Annan & Blair Minta Pasukan Internasional Dikirim ke Libanon

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 15:57 WIB
St Petersburg - Sekjen PBB Kofi Annan dan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair menyerukan adanya pengerahan pasukan internasional ke Libanon. Langkah itu sebagai upaya untuk menghentikan gempuran Israel ke negara itu."Faktanya adalah kekerasan ini tidak akan berhenti kecuali kita menciptakan kondisi untuk penghentian kekerasan," kata PM Blair usai pembicaraan dengan Annan dalam pertemuan para pemimpin delapan negara industri (G-8) di St Petersburg, Rusia."Satu-satunya cara adalah jika kita melakukan pengerahan pasukan internasional yang bisa menghentikan bombardir," imbuh Blair seperti diberitakan harian Houston Chronicle, Senin (17/7/2006).Annan juga meminta Israel untuk mematuhi hukum internasional dan tidak menargetkan warga sipil."Kita hendaknya tidak menimbulkan penderitaan lebih parah bagi kedua pihak dan mereka harus mematuhi hukum kemanusiaan internasional," kata Annan.Senada dengan itu, Uni Eropa menyatakan tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan perdamaian ke Libanon untuk membantu menghentikan pertempuran antara militer Israel dan kelompok gerilyawan Libanon, Hizbullah."Bisa saja Uni Eropa atau PBB yang akan memegang peran perdamaian itu," ujar Menteri Luar Negeri Finlandia Erkki Tuomoija, yang negaranya kini sedang memegang kepresidenan Uni Eropa.Israel mulai melancarkan serangan gencarnya ke Libanon pekan lalu menyusul penangkapan dua tentara Israel oleh Hizbullah. Menghadapi gempuran itu, Hizbullah pun balik menembakkan ratusan rudal ke wilayah Israel. Buntutnya, Israel juga terus membombardir Libanon.Korban jiwa pun terus berjatuhan. Sejauh ini, sedikitnya 150 orang di pihak Libanon telah menjadi korban, sedangkan korban tewas di pihak Israel sebanyak 25 orang (termasuk 15 warga sipil). Juga mulai terlihat eksodus warga, khususnya warga asing dari Libanon. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads