Konflik Israel-Libanon
WNI Diungsikan ke Suriah
Senin, 17 Jul 2006 15:15 WIB
Jakarta - Lantaran konflik Israel-Libanon yang kian memanas, Deplu memutuskan warga negara Indonesia (WNI) di Libanon mengungsi ke Suriah. Dewan Keamanan (DK) PBB diminta menghentikan serangan Israel ke Libanon."Dari keadaan keamanan yang tidak kondusif dan membahayakan, kita telah memutuskan warga kita ke Suriah. Keluarga, staf perwakilan serta anak-anak kemarin sudah meninggalkan Beirut, Libanon menuju kota terdekat Alebo. Dari sana mereka akan lebih aman," kata Menlu Hassan Wirajuda.Hal ini disampaikan dia sebelum rapat kabinet di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/7/2006).Namun demikian, Hassan tidak merinci jumlah WNI yang telah mengungsi tersebut.Menurut dia, serangan Israel ke Libanaon merupakan serangan yang membabi-buta. "Ada penduduk sipil yang tidak berdosa dan menjadi korban. Walau itu didalilkan sebagai tindakan pembalasan, jelas itu telah melampaui kewajaran," ujarnya.Untuk itu, lanjutnya, pemerintah Indonesia menyerukan agar Israel menghentikan tindakan penyerangan militer ke Libanon."Kita serukan ke DK PBB untuk menghentikan tindakan militer tersebut," cetus Hassan.Sebelumnya diberitakan pada Sabtu 15 Juli, 37 WNI mengungsi di kantor KBRI Beirut. Masih ada 38 WNI yang ada di luar Beirut. Pada Minggu 16 Juli, KBRI menyatakan dalam 3 hari ke depan akan memutuskan mengevakuasi WNI ke Damaskus dan Suriah.Rencana awal, 40 dari 75 WNI diprioritaskan untuk dievakuasi, utamanya anak-anak dan wanita. Hingga kini tidak ada WNI yang menjadi korban akibat serangan Israel.
(aan/)











































