5.603 KK di Bogor Tinggal di Zona Rawan Bencana, 1.203 KK Masuk Zona Hitam

ADVERTISEMENT

5.603 KK di Bogor Tinggal di Zona Rawan Bencana, 1.203 KK Masuk Zona Hitam

M Sholihin - detikNews
Kamis, 27 Okt 2022 12:55 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya (Dok. Pemkot Bogor)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkap ada 5.603 kepala keluarga (KK) yang tinggal di titik rawan bencana di Kota Bogor. Dari total 5.603 KK itu, sebanyak 1.203 KK di antaranya berada di zona berbahaya atau zona hitam dan harus direlokasi.

"Saya sudah mendapat laporan dari seluruh wilayah, total 5.603 KK yang berada di titik rawan bencana di Kota Bogor," kata Bima Arya, Kamis (27/10/2022).

Bima menjelaskan peta wilayah bencana di Kota Bogor dibagi menjadi tiga kategori, yakni zona hitam, merah, dan kuning. Terhadap warga yang tinggal di titik rawan bencana ini berbeda penanganannya dan disesuaikan status kerawanan tempat tinggal mereka.

"Hitam itu harus dipindahkan karena berbahaya dan juga pernah terjadi dan mengancam nyawa. Merah itu darurat dan bisa dilakukan (direlokasi) bertahap, sedangkan kuning diawasi tapi jangka panjang akan dipindahkan," kata Bima.

Bima merinci ada 1.203 KK di zona hitam, zona merah 2.548 KK, dan kuning 1.852 KK. Dia menambahkan dari hasil pemetaan lahan di Kota Bogor, Pemkot menyediakan tiga titik lahan yang bisa digunakan untuk lokasi relokasi warga terdampak dan tinggal di zona hitam bencana.

"Ada di Bogor Selatan seluas 3 hektare di Mulyaharja, dua titik di Tanahsareal seluas 1,5 hektare dan di Bogor Utara, Cimahpar seluas 3.000 meter persegi. Nah, ketiga lahan ini menjadi lahan relokasi rumah di wilayah hitam tadi," beber Bima.

Bima meminta pimpinan wilayah di titik zona hitam bencana berkomunikasi dengan warga untuk bersedia direlokasi ke lokasi baru dan aman dari bencana.

"Saya berikan waktu satu bulan untuk para camat untuk melakukan komunikasi bagi warga di daerah hitam pada waktunya nanti bergeser ke lahan tadi. Selain dibangunkan di lahan yang baru, ada juga skenario kita akan membangun di lahan lama dengan catatan aman secara teknis berdasarkan ahli geologi," terang Bima.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT