Lumpur Lapindo Tidak Jadi Dialirkan ke Sungai Porong

Lumpur Lapindo Tidak Jadi Dialirkan ke Sungai Porong

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 14:46 WIB
Jakarta - Lumpur panas di Sidoarjo tidak jadi dialirkan ke Sungai Porong atau laut. Hal ini setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendapat desakan dari aktivis lingkungan hidup."Hasilnya, lumpur itu tidak jadi dibuang ke laut atau ke Sungai Porong," kata Asisten Deputi Pengelolaan Limbah B3 Pertambangan Energi dan Migas Riyo Ridho Sali usai menerima perwakilan dari Walhi, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan Teater Tukang di Gedung C KLH, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (17/7/2006).Selain itu dia juga mangatakan, zat beracun yang dibawa oleh lumpur tersebut hanya pada kondisi ekstrem saja. "Sebaiknya masyarakat jangan mendekat," katanya.Menanggapi hal tersebut, perwakilan Walhi, Tantoro Tri Kuswardono tetap menyayangkan sikap terlambat KLH. "KLH sangat terlambat karena sudah mencapai 48 hari untuk sesegera mungkin memberikan paparan kepada publik mengenai limbah itu," ujar Tantoro.Dia juga meminta masyarakat Jawa Timur berjiwa besar, karena menurut catatan Walhi Jawa Timur, area pantura memang rawan terhadap bahaya limbah industri. Sejak 2002 terjadi 3-4 kali bahaya industri per tahun.Sepanjang Pantura dari Bojonegero-Tuban-Sidoarjo terdapat 15 blok migas. Oleh karenanya KLH harus memberikan standar keamanan industri yang pasti.Mengenai pemanfataan lumpur, menurut Walhi juga perlu hari-hatri karena jika seusai aturan, hanya perusahaan yang boleh memanfaatkan."Karena mereka (perusahaan) yang memiliki standar tertentu seperti stabilitasi lumpur panas. Jika selama ini ada pemanfaatan untuk pembuatan batako, menurut Walhi itu masih dipertanyakan efektivitas terhadap lingkungan dan masyarakat," tegas Tantoro. (san/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait