Benny Tjokro Dituntut Mati Sebab Korupsi Berulang dan Rugikan TNI-Polri

ADVERTISEMENT

Benny Tjokro Dituntut Mati Sebab Korupsi Berulang dan Rugikan TNI-Polri

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 27 Okt 2022 10:59 WIB
Terdakwa Direktur PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro mengikuti sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengelolaan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/10/2022).JPU KPK menuntut Benny Tjokrosaputro dengan hukuman pidana mati karena diyakini bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan terdakwa lain dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus PT ASABRI yang merugikan negara hingga Rp22,7 triliun. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.
Benny Tjokro Dituntut Pidana Mati di Kasus Korupsi PT ASABRI (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Benny Tjokro, yang sudah dihukum penjara seumur hidup dalam perkara korupsi Jiwasraya, kini dituntut pidana mati di kasus ASABRI. Apa yang membuat jaksa ingin agar Komisaris PT Hanson International Tbk itu dihukum lebih berat lagi?

Skandal kasus PT ASABRI sendiri disebut merugikan negara hingga Rp 22,7 triliun. Tuntutan mati untuk Benny Tjokro disebut jaksa karena perbuatan korupsi yang berulang.

"Menuntut mohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dapat memutuskan, menyatakan Terdakwa Benny Tjokrosaputro telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan pemberatan secara bersama-sama dan tindak pidana pencucian uang," ujar jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2022).

"Menghukum Terdakwa Benny Tjokro dengan pidana mati," ujar Jaksa.

Benny Tjokro diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Benny Tjokro juga dituntut dengan pidana uang pengganti Rp 5.733.250.247.731 dengan ketentuan dalam hal terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 bulan setelah putusan inkrah, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Sementara itu, Benny Tjokro sendiri telah divonis seumur hidup dalam kasus korupsi PT Jiwasraya.


Hal yang Memberatkan Tuntutan

Ada sejumlah hal yang memberatkan yang membuat Benny Tjokro dituntut mati. Benny Tjokro dinilai tidak menunjukkan rasa penyesalan ataupun rasa bersalah. Padahal tindakannya merupakan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

"Keadaan yang memberatkan, terdakwa di persidangan tidak menunjukkan rasa bersalah apalagi suatu penyesalan sedikit pun atas perbuatan yang telah dilakukannya," kata jaksa di PN Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2022).

Selain itu, perbuatan terdakwa merupakan kejahatan extraordinary crime dengan modus bisnis investasi melalui bursa pasar modal menyembunyikan ke dalam struktur bisnis dan menyalahgunakan bisnis yang sah. Tak hanya itu jaksa menilai perbuatan terdakwa telah menimbulkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap investasi di bidang asuransi dan pasar modal.

"Perbuatan terdakwa mengakibatkan turunnya tingkat kepercayaan terhadap kegiatan investasi di bidang asuransi dan pasar modal," katanya.

Terlebih, jaksa menyebut perbuatan terdakwa Benny Tjokro bersama-sama terdakwa lain menyebabkan kerugian negara Rp 22.788.566.482.083 (triliun) dengan atribusi perincian khusus akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian sebesar Rp 6.048.118.815.081 (triliun).

"Nilai tersebut termasuk bagian atribusi saham yang dikendalikan terdakwa dengan menggunakan nomine dari Jimmy Sutopo sebesar Rp 314.868.567.350 (miliar) dan atribusi kerugian oleh terdakwa Benny Tjokro sebesar Rp 5.733.250.247.731 (triliun)," katanya.

Tak hanya itu, keadaan yang memberatkan tuntutan pidana mati itu karena terdakwa Benny Tjokro pernah dihukum pidana seumur hidup dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya Persero yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,87 triliun.

Sedangkan hal yang meringankan, jaksa tak menjelaskan panjang lebar. Jaksa meminta hakim mengesampingkan keadaan yang meringankan terdakwa Benny Tjokro.

"Keadaan yang meringankan meskipun di persidangan terungkap hal-hal yang meringankan dalam diri terdakwa namun hal-hal tersebut tidak sebanding dengan kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa karena itu hal-hal meringankan itu patut dikesampingkan," katanya.

Jaksa mengatakan pengulangan korupsi menjadi salah satu alasan pemberat tuntutan. Selengkapnya baca halaman selanjutnya.

Simak Video: Kasus Korupsi ASABRI, Benny Tjokro Dituntut Pidana Mati!

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT