Keberanian Sekuriti Kompleks Sambo Dipertanyakan saat Persidangan

ADVERTISEMENT

Keberanian Sekuriti Kompleks Sambo Dipertanyakan saat Persidangan

Zunita Putri, Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 27 Okt 2022 06:13 WIB
Sidang AKP Irfan di PN Jaksel (Zunita-detikcom)
Foto: Sidang AKP Irfan di PN Jaksel (Zunita-detikcom)
Jakarta -

Sekuriti Kompleks Polri Duren Tiga, Abdul Zapar, dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan merintangi penyidikan pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Keberanian Zapar sempat dipertanyakan oleh hakim.

Zapar menjadi saksi sidang dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). Zapar menceritakan momen AKP Irfan Widyanto mengambil CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga. Zapar merupakan sekuriti kompleks yang bertugas saat itu.

Zapar mengatakan momen AKP Irfan mengambil CCTV itu terjadi pada Sabtu (9/7/2022) atau sehari usai Brigadir Yosua tewas di rumah dinas Ferdy Sambo. Saat itu, katanya, AKP Irfan datang dan meminta pergantian DVR CCTV.

Zapar menyebut DVR CCTV sebenarnya tak bisa diambil tanpa izin dari pengurus RT setempat. Namun, AKP Irfan beralasan pergantian DVR CCTV itu dilakukan untuk membuat kualitas gambar lebih bagus.

"Kenapa harus diganti?" tanya jaksa ke Zapar yang menjadi saksi.

"Dia jelaskan untuk memperbagus kualitas gambar," jawab Zapar.

"Jawaban saksi?" ujar jaksa.

"Nggak masalah kalau perbagus, tapi pergantian itu saya harus lapor ke Pak RT," ujar Zapar.

Dia menyebut AKP Irfan datang bersama tiga orang lainnya. Dia juga menjelaskan dari mana dirinya tahu nama AKP Irfan.

"Kalau nama, saya kan tanya kalau saya ditanya RT siapa namanya ada salah satu yang menyebutkan AKP Irfan," ujarnya.

Zapar mengaku sempat ingin melapor ke Ketua RT lebih dulu. Namun, katanya, AKP Irfan mencoba menghalangi dengan alasan hanya memperbagus kualitas gambar.

"Saya bilang saya lapor RT dulu, dari beliau (bilang) nggak usah karena ini cuma perbagus aja," ucapnya.

"Saya tetap keluar jalan dan ditanya 'Bapak mau ke mana? (Saya jawab) saya mau lapor RT, 'Kenapa pak?', (saya jawab) ini biarpun pergantian harus tanggung jawab RT. Katanya 'Ya sudah nggak usah kan kita juga polisi," tuturnya.

"Tetap di situ mereka kan, bukan menghalangi tapi ajak ngobrol saya supaya saya nggak ke RT," sambung Zapar.

Singkat cerita, DVR CCTV itu diganti. Menurutnya, ada dua CCTV di luar pos sekuriti yang diganti. Dia juga mengaku melapor ke Ketua RT setelah DVR CCTV diganti.

Dia kemudian mengaku dimarahi Ketua RT karena tidak melaporkan pergantian itu. Selain itu, Zapar menyatakan CCTV di pos sekuriti itu dalam keadaan normal sebelum diganti.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Ragam Ekspresi Ferdy Sambo Dkk saat Hakim Tolak Eksepsi

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT