Tak Ada Plonco, SMA 25 & SMA 55 Kampanye Anti Narkoba

Tak Ada Plonco, SMA 25 & SMA 55 Kampanye Anti Narkoba

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 12:28 WIB
Jakarta - Perploncoan bak sudah jadi tradisi di hari pertama siswa baru masuk sekolah. Gantungan tanda pengenal dari karton, pita dan kaus kaki warna-warni menghiasi penampilan mereka. Tapi itu sudah kuno!Kini para siswa baru bisa bernafas lega karena tidak ada lagi perploncoan yang bersifat tidak mendidik tersebut. Perploncoan dianggap sebagai tindakan kuno dan tidak mendidik. Sebagai gantinya, masa orientasi siswa (MOS) pun diisi dengan kegiatan positif seperti kampanye anti narkoba."Plonco sudah kuno dan ketinggalan zaman. Jadi murid-murid kita kasih angket tentang kampanye anti narkoba," kata Kepala SMA 25, Radhiyati Soehaili ketika ditemui detikcom di kantornya, Jl AM Sangaji, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2006).Para siswa baru pun tampak antusias mengisi dua lembaran angket tanya jawab seputar kampanye anti narkoba tersebut. "Apakah Indonesia termasuk produsen narkoba di dunia?" Begitulah salah satu butir pertanyaan dari angket tersebut."Ini perlu untuk mengetahui jenis narkoba dan akibatnya," jelas siswa baru SMA 25, Ari yang tampak antusias.Terlihat spanduk dan umbul-umbul juga terpasang di sekolah ini untuk mendukung program pemerintah memberantas peredaran barang mematikan tersebut. "Say no to drugs!" Demikian yang tertulis pada salah satu spanduk.Sementara itu di SMA 55, Jakarta Selatan, perploncoan juga tidak dilakukan kepada murid-murid barunya. Mereka hanya diberikan materi di dalam ruang kelas dan tes matrikulasi."Kita sudah melarang dari dulu perploncoan, karena tidak mendidik. Falsafah kami, pendidikan untuk memanusiakan manusia. Selain itu, tekanan kepada anak baru kami larang," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA 55, Jakarta Selatan, Hanum (42). Suara Anda:Putra-putri Anda juga ikut MOS hari ini? Apakah masih harus berdandan aneh seperti dulu? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com. (ahm/)


Berita Terkait