Libanon-Israel Memanas, Warga Asing Terus Dievakuasi

Libanon-Israel Memanas, Warga Asing Terus Dievakuasi

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 12:22 WIB
Beirut - Konflik Israel dan Libanon kian memanas. Pemerintah negara-negara asing seperti Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan lainnya bergegas mengevakuasi warga negara mereka dari Libanon. Langkah ini diambil menyusul kian gencarnya gempuran Israel ke negara itu.Eksodus warga asing di Libanon memang telah terjadi sejak beberapa hari lalu. Mereka pergi dengan mengendarai ribuan mobil ke negeri tetangga Suriah. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (17/7/2006).Para staf non-esensial Kedutaan AS telah diungsikan dari Libanon. Begitu pula dengan pemerintah Prancis yang telah menyewa sebuah kapal yang bisa mengangkut antara seribu dan dua ribu penumpang. Kapal itu dikerahkan untuk mengevakuasi warga negara Prancis dan warga Eropa lainnya ke Cyprus.Dikatakan Sotos Zakhaeos, dirjen Kementerian Luar Negeri Prancis, penyewaan kapal penumpang itu merupakan inisiatif pemerintah Prancis untuk transportasi semua warga Eropa. "Kapal akan berangkat, kemungkinan hari ini dari Cyprus dan akan mulai mengantarkan orang-orang besok. Ini inisiatif Eropa dan jaminan keamanan telah diberikan," ujarnya.Libanon yang merupakan bekas jajahan Prancis dihuni oleh sekitar 17 ribu warga Prancis. Antara 4 ribu hingga 5 ribu warga Prancis lainnya tengah berkunjung ke negeri itu.Pemerintah Italia juga terus mengevakuasi warganya. Bahkan sebuah kapal tempur dikirimkan ke perairan dekat Beirut, Libanon untuk membantu gelombang evakuasi kedua setelah konvoi kendaraan Italia yang mengangkut 460 orang bertolak ke Suriah pada 15 Juli lalu.Inggris pun tak mau diam. Pemerintahan PM Tony Blair mengirimkan dua kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk keperluan evakuasi sekitar 3.500 hingga 4.000 keluarga Inggris dan 10 ribu orang berkewarganegaraan ganda di Libanon.Persiapan evakuasi juga dilakukan pemerintah Kanada setelah 7 warganya tewas di Libanon akibat ketegangan Israel-Libanon yang kian memanas. Sekitar 16 ribu warga Kanada telah mendaftarkan diri ke kedutaan mereka untuk dievakuasi dari Libanon. Pemerintah Jerman dan Swiss juga terus mengevakuasi warganya. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads