Galian Kabel PLN di Mampang
Karyawan Berangkat Lebih Pagi
Senin, 17 Jul 2006 12:13 WIB
Jakarta - Proyek galian kabel PLN di Mampang, Jakarta Selatan, betul-betul merepotkan banyak pihak. Para pedagang pendapatannya turun, sementara para pekerja kantoran dipaksa berangkat pagi buta agar tidak telat.Vera (31) bersungut-sungut saat ditemui detikcom di dalam sebuah angkutan umum yang terjebak kemacetan di Jalan Mampang, Senin (17/7/2006). Wajah cantik wanita ini dipenuhi titik-titik keringat. Beberapa bagian seragam kerjanya yang berwarna biru juga basah oleh keringat."Setiap hari sekarang saya harus berangkat lebih awal. Paling tidak setengah jam lebih awal. Kalau kesiangan dikit, terpaksa naik ojek. Dan ini berarti ongkos yang harus saya keluarkan bertambah," ungkap Vera. Tidak sekadar ongkos yang keluar, Vera juga harus rela debu kotor hinggap di wajahnya setiap pagi. Belum lagi bisingnya derungan suara dan kepulan asap dari knalpot kendaraan yang tidak sabar dalam kemacetan. "Pokoknya sengsaranya komplit deh," ujar wanita berkulit putih bersih ini sambil melap butiran titik keringat yang mulai membentuk tetesan air di wajahnya.Keluhan yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan Tia (28). Kalau bisa memilih, warga Jl Warung Buncit III ini tidak akan lewat daerah tersebut."Tapi terpaksa lewat sini karena kantor saya di dekat sini (Mampang). Saya berharap PLN bisa berbuat lebih bijak, jangan bikin macet terlalu lama," kata Tia.Keluhan macet dan semrawut tidak hanya datang dari kaum wanita. Pria bertampang macho seperti Pupung Supriyadi (35) juga mengaku bete berat. Satpam BRI cabang Mampang ini mengatakan, proyek PLN itu membuat pekerjaannya bertambah berat."Selain macet dan semrawut, kita sulit mengatur parkir para nasabah. Ini kan menambah pekerjaan saya saja. Kondisi ini juga menyebabkan nasabah lebih sepi karena malas datang," kata Pupung.
(djo/)











































