Ketua MUI Kritik Komisaris Pelni Dede Budhyarto soal Cuitan 'Khilafuck'

ADVERTISEMENT

Ketua MUI Kritik Komisaris Pelni Dede Budhyarto soal Cuitan 'Khilafuck'

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 26 Okt 2022 11:55 WIB
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis.
Cholil Nafis (Foto: detikcom)
Jakarta -

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengkritik Komisaris PT Pelni, Kristia Budiarto atau Dede Budhyarto, terkait cuitan 'khilafuck'. Cholil berbicara mengenai kata 'khilafah' dalam sejarah Islam yang jauh berbeda dengan pengertian 'khilafah' yang disematkan HTI.

"Soal tak suka HTI ya silakan aja toh juga sudah dilarang dan dibubarkan di Indonesia. Tapi sepertinya kurang tepat dan tak sopan memelesetkan kata khilafah. Kata khilafah yang ada dalam sejarah Islam itu berbeda jauh dengan khilafah yang disematkan oleh HTI. Jadi kalau tak ngerti kosa kata itu tak perlu lompat pagar," kata Cholil dalam akun Instagram-nya seperti dilihat, Rabu (26/10/2022). Ejaan di tulisan Cholil sudah disesuaikan.

Cholil mengingatkan soal sopan santun dalam urusan dukung-mendukung bakal calon presiden (bacapres). Dia ingin kontestasi politik berjalan jujur dan adil.

"Soal tak setuju dengan bacapres tertentu ya main fair aja. Ada aturannya dan ada sopan santunnya. Dan pemilu itu kontestasi dan persaingan. Ya silakan bersaing dan bermain dengan jujur dan baik aja," ujar Cholil.

Dia juga menegaskan komitmennya soal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah sesuai dengan Piagam Madinah.

"Secara pribadi saya tak ingin ada yang mengubah dasar negara menjadi khilafah, imarah, Komunis, dan lain-lain. Karena kita sudah sepakat dengan Pancasila. Dan dasar ini sudah sesuai dengan Piagam Madinah yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW," ujar Cholil.

"Saya sepakat tetap konsisten terhadap konsensus bernegara, tapi memelesetkan seperti yang dilakukan olehnya sangat tidak nasionalis-religius," sambung dia.

Sebelumnya, cuitan Dede Budhyarto terkait 'khilafuck' ramai dibahas di Twitter. Cuitan itu diunggah Dede saat membahas jangan sembrono memilih calon presiden (capres).

"Memilih capres jangan sembrono apalagi memilih capres yang didukung kelompok radikal yang suka mengkafir-kafirkan, pengasong khilafuck anti Pancasila, gerombolan yang melarang pendirian rumah ibadah minoritas," tulis Dede. Ejaan di cuitan Dede sudah disesuaikan.

Lihat juga Video: Awal Mula Wanita Todongkan Pistol ke Paspampres Diamankan Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(knv/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT