Galian Kabel PLN di Mampang
Polisi: Kita Cuma Dapat Debunya
Senin, 17 Jul 2006 11:36 WIB
Jakarta - Keruwetan lalu lintas akibat galian kabel PLN di Mampang, Jakarta Selatan, membuat polisi harus bekerja ekstra keras. Padahal, tidak ada dana operasional tambahan untuk mereka."Kami hanya dapat debunya saja," kata Iptu Santoso, Komandan Lapangan satuan polisi yang bertugas mengatur lalu lintas di Jl Mampang Prapatan VIII kepada detikcom, Senin (17/7/2006). Proyek galian kabel PLN itu memang menambah berat beban kerja polisi lalu lintas (Polantas). Sebelum proyek itu dikerjakan, pada pagi hari kemacetan paling parah terjadi hingga pukul 09.00 WIB."Namun sekarang sampai jam 11.00 juga masih macet. Demikian pula jika sore hari, kemacetan juga bisa terjadi dari jam 17.00 sampai jam 23.00 WIB," kata Santoso.Padahal untuk mengantisipasi kemacetan polisi sudah menambah personelnya. Untuk pagi hari disiagakan 5 personel dari Polsek Mampang. Sedangkan untuk sore hari, mendapat tambahan 5 personel dari Polda Metro Jaya."Jadi kalau sore dan malam hari ada 9 personel. Tapi meski demikian kemacetan tetap saja terjadi," ungkap Santoso dengan peluh bercucuran di wajahnya.Keruwetan juga semakin ditambah dengan perilaku buruk pengemudi kendaraan, khususnya para sopir angkutan umum. Banyak Metro Mini atau Kopaja yang berhenti seenaknya."Belum lagi jika ada mobil tanki yang akan mengisi BBM ke salah satu stasiun pompa bensin di kawasan ini, situasi pasti bakal semakin semrawut. Sebab bodi mobil tanki akan menutup seluruh badan jalan," tutur Santoso.Meski demikian, sambung Santoso, dirinya selalu menekankan kepada anak buahnya agar terus bersemangat dalam menjalankan tugas. Ini merupakan risiko tugas dan tantangan sebagai anggota Polantas. Top!
(djo/)











































