Israel dan Libanon Kian Panas
Senin, 17 Jul 2006 10:18 WIB
Beirut - Israel terus menggempur Libanon. Pesawat-pesawat tempur Israel membombardir wilayah Libanon timur dan utara pada Senin 17 Juli dini hari waktu setempat. Gempuran itu menewaskan setidaknya 14 orang di Libanon.Serangan ini dilancarkan Israel setelah roket-roket Hizbullah ditembakkan ke wilayah Israel. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (17/7/2006).Aksi militer terbaru Israel menghancurkan dua pangkalan militer di Libanon utara dan menewaskan 9 tentara Libanon. Beberapa rumah pejabat Hizbullah di Libanon timur juga hancur dalam serangan ini serta menewaskan lima orang. Israel telah melancarkan sekitar 40 serangan hingga hari keenam kampanye militernya di Libanon.Ketegangan antara Israel dan Libanon kian meningkat sejak Hizbullah melancarkan serangan roket ke Kota Haifa, Israel pada Minggu 16 Juli kemarin. Delapan warga Israel tewas dalam gempuran itu.Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert menegaskan, serangan-serangan Hizbullah akan mendatangkan konsekuensi berat bagi Libanon. Sementara kelompok gerilyawan Libanon itu mengancam akan terus melancarkan serangan ke Israel.Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan, serangan ke Haifa, kota terbesar ketiga di Israel merupakan pembalasan atas kematian warga sipil Libanon akibat gempuran Israel. "Ini baru permulaan," serunya.Awal gempuran Israel ke Libanon bermula ketika gerakan Hamas Palestina membunuh dua prajurit Israel dan menahan satu orang pada 25 Juni lalu. Hizbullah kemudian memperburuk situasi dengan menewaskan 8 tentara Israel dan menahan dua orang hidup-hidup. Sejak itulah Israel mulai melancarkan serangan ganasnya. Namun, Hizbullah tidak gentar. Bahkan kelompok itu menyatakan perang terbuka dengan Israel.
(ita/)











































