Barry dan Kostum Madura

Jejak Barack Obama

Barry dan Kostum Madura

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 10:15 WIB
Barry dan Kostum Madura
Jakarta - Kaos putih bergaris-garis merah. Pernah melihat kan? Kaos bercorak seperti ini sering dikenal sebagai kostum ala Madura. Nah, saat kecil, Barry - panggilan kecil Barack Obama - sering mengenakan kaos bercorak Madura ini. "Yang masih saya ingat, dulu Barry sering mengenakan kaos putih bergaris-garis merah itu, seperti yang sering dipakai orang Madura itu lho," ujar Rony Amir, teman sepermainan Barry saat tinggal di kawasan Jl. H Ramli, Menteng Dalam, Jakarta Selatan sekitar tahun 1968-1971. Teman-teman sepermainan Barry cukup surprise sat mengetahui bahwa Barry kini sudah menjadi 'orang' di Paman Sam. Sekarang Barry menjadi senator AS dari Illinois dan disebut-sebut sebagai calon Presiden 2008 yang akan bertarung di Konvensi Partai Demokrat melawan Hillary Clinton. Meski Barry sudah menjadi orang top, namun teman-teman Barry di Indonesia masih sering tertawa saat mengingat kenangan bermain bersama Barry. Saat Zulfan Adi dan Rony Amir bertemu, keduanya menceritakan tentang kisah Barry sambil tertawa-tawa. "Memang lucu orangnya. Ya badannya tinggi besar, tapi rambutnya keriting," kata Rony dan Adi, kepada detikcom. Bahkan, menurut Adi, dirinya sering menggoda dan menakut-nakuti Barry. Suatu saat, Adi pernah menakut-nakuti Barry dengan kura-kura. Barry pun lari ketakutan. Memakai pakaian apa pun, Barry memang terlihat lucu. Apalagi saat mengenakan kaos ala Madura itu. "Saya tidak tahu mengapa Barry sering mengenakan kaos seperti itu. Lucu aja," terang Rony, yang sekarang bekerja di Bank Mandiri ini. Barry tidak hanya digoda oleh teman-teman sepermainannya saja. Para orang tua di kawasan Menteng Dalam juga sering mengganggunya. Salah satunya, H. Asmari. Rumah H Asmari hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah Lolo Soetoro, ayah tiri Barry. Menurut Suwardi, salah seorang tetangga yang dulu sempat dekat dengan Lolo, H Asmari yang paling sering menggoda Barry. "Pak Haji sering meledek dia. Bahkan, Pak Haji sering mengilikitik Barry," ujar dia. Kalau sudah dikilikitik, Barry pun lari sambil tertawa-tawa geli. H Asmari telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Bila diceritakan mengenai kisah ini, tentu Barry masih ingat. Suwardi juga menuturkan, pernah suatu saat kampungnya pernah dikhawatirkan dengan hilangnya buaya piaraan Barry. Semua orang khawatir bila buaya yang kabur itu akan bertindak ganas, meski sebenarnya buaya piaraan Barry hanyalah buaya kecil. "Tapi, setelah dicari-cari sama tetangga-tetangga, buaya itu pun ditemukan," kata Suwardi. Saat itu, di rumah Barry, memang banyak hewan piaraan. Selain buaya, juga ada anjing, lutung, dan ayam. Barry sering membawa buayanya ke luar rumah saat dirinya diganggu oleh teman-teman sepermainannya saat itu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads