WhatsApp Eror, Anggota DPR Pindah ke Telegram

ADVERTISEMENT

WhatsApp Eror, Anggota DPR Pindah ke Telegram

Matius Alfons Hutajulu, Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 15:32 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp (Foto: dok. Getty Images)
Jakarta -

WhatsApp mengalami eror dan belum diketahui penyebabnya. Anggota DPR RI Daniel Johan sangat terganggu oleh erornya platform komunikasi ini.

"Ini WA eror kenapa ya? Sangat mengganggu dan menghambat semua kordinasi yang harus dilakukan," kata anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan saat dihubungi, Selasa (25/10/2022).

Daniel Johan meminta otoritas WhatsApp atau WA segera mengatasi gangguan ini. Daniel Johan mengalami kesulitan komunikasi dengan rekan-rekan satu komisi maupun satu partainya, PKB.

"Pihak WA harus segera mengatasi secepatnya, dan tidak mengulang hal yang seperti ini. Komunikasi dengan kawan-kawan komisi maupun partai jadi terhambat," ujar Daniel Johan.

Ketua DPP PKB Daniel JohanKetua DPP PKB Daniel Johan (Foto: dok. Daniel Johan)

Daniel Johan mengira awalnya hanya ada gangguan provider. Namun dia baru mengetahui bahwa yang eror ialah WhatsApp.

"Saya pikir awalnya karena sinyal provider yang tidak baik, tapi aplikasi lain ternyata berjalan baik. Ternyata memang WA-nya yang eror," ujar dia.

Daniel Johan menyebut rekan-rekan politikusnya kebanyakan beralih ke Telegram di saat WA eror. "Yang saya tahu ke Telegram karena aplikasi yang lain saya nggak ada, sehingga tidak paham," ujarnya.

Senada, rekan separtai Daniel Johan, Syaiful Huda, juga sangat terganggu oleh erornya WhatsApp. Huda, yang duduk di kursi ketua Komisi X DPR RI menyebut koordinasi komisi menjadi terganggu karena melalui grup WhatsApp.

Syaiful HudaSyaiful Huda (Foto: dok. PSSI Pers)

"Saya tadi sempat WA ke kolega di Komisi X DPR ya delay, delay terus sampai sekarang belum dibaca, masih checklist satu, relatif terganggu karena kebiasaan kita WA jadi priority yang kita pakai ya," kata dia.

Huda juga mengaku pindah ke Telegram karena WhatsApp mengalami eror. "Jadi saya priority pakai WA. Kalau nggak itu, pakai Telegram. Iya, aku barusan karena pakai WA nggak bisa langsung backup japri lewat Telegram," kata dia.

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT