Hari Pertama Sekolah, Siswa Korban Gempa Belajar di Tenda
Senin, 17 Jul 2006 09:39 WIB
Bantul -
Meski sekolahnya hancur, kegembiraan masih terpancar di wajah siswa-siswi SDN Putren I Plered, Bantul. Di hari pertama sekolah mereka terpaksa memulai tahun ajaran baru dengan belajar di tenda.Dari pantauan detikcom, Senin (17/7/2007), akibat gempa dahsyat pada 27 Mei lalu, bangunan yang tersisa di SD Putren I hanya berupa sebuah gudang dan satu rumah dinas yang saat ini difungsikan untuk ruang guru. Selain itu SD ini kehilangan 3 siswanya dan seorang guru bantu.Untuk tahun ajaran 2006/2007, total 237 siswa yang bersekolah dengan 40 siswa baru di kelas 1. Ketika baru datang, tidak semua siswa mengenakan seragam SD. Beberapa siswa hanya mengenakan pakaian biasa. Tapi sebelum masuk ke ruangan kelas, para siswa tersebut dikumpulkan oleh pihak sekola. Mereka mendapatkan bantuan seragam berikut perlengkapan sekolah. Tentu saja hal ini membuat girang bocah-bocah itu. Tanpa basa-basi mereka langsung mengenakan seragam barunya.Dalam pesannya, Kepala Sekolah SDN Putren I Sumartinah meminta para siswa berhati-hati saat berada di halaman sekolah, karena banyak tumpukan material dan paku yang bisa membahayakan.Usai upacara, Sumartinah langsung membagi ruangan kelas. Untuk kelas 1 sampai kelas 4 ditampung di ruangan kelas darurat yang terbuat dari bambu dengan alas tikar. sedangkan kelas 5 dan 6 ditempatkan di tenda-tenda bantuan dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA).Di hari pertama, siswa kelas 1 belum memulai pelajaran dan hanya diisi dengan perkenalan antara siswa dengan wali kelasnya. Sedang untuk kelas 2,3, dan 4 langsung memulai pelajaran antara lain pelajaran berhitung dan Bahasa Indonesia. Namun untuk kelas 5 dan 6, karena belum ada meja dan kursi, siswa kemudian bersama-sama mengambil kursi dan meja dari halaman untuk dibawa ke tenda.
(bal/)










































