Pemerintah Kurang Tanggap, Playboy Semakin Berani
Senin, 17 Jul 2006 08:30 WIB
Jakarta - Anjing menggonggong kafilah berlalu. Meski banyak menuai kecaman, edisi ke 3 majalah playboy kembali beredar. Sampul depan yang semakin seksi menegaskan identitas majalah pria dewasa ini.Kenekatan majalah bersimbol kelinci ini dinilai karena pemerintah terlalu memberikan tidak tegas. Pemerintah dianggap terlalu memberi angin."Kita juga heran kenapa itu (playboy) bisa terbit lagi. Pemerintah kurang tanggap," kata Ketua Komisi VIII DPR Hasrul Azwar, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Senin (17/7/2006).Semestinya pemerintah melihat reaksi masyarakat terhadap kehadiran majalah ini. Hasrul menuturkan aksi penolakan yang marak dilakukan masyarakat dan umat Islam harusnya cepat disikapi pemerintah."Playboy itu melecehkan dan menyakiti perasaan umat Islam. Mereka harus sadar karena masyarakat juga tidak suka. Apalagi ini semakin berani," cetusnya.Politisi asal PPP ini berjanji akan segera menyikapi persoalan ini. Pihaknya berencana mendiskusikan soal ini di DPR."Komisi saya akan membicarakan ini dengan komisi I. Kita akan bicarakan lebih serius. UU juga sudah nyata menolak ini," tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Majalah Playboy edisi Juli 2006 sudah mulai beredar. Dari dua cover di edisi sebelumnya, sampul kali ini tampak lebih vulgar. Sampul depan Playboy edisi ketiga ini bergambar perempuan yang memakai celana dalam hitam dan jaket warna abu-abu tanpa memakai bra. Model cover itu bernama Visensa Nyssa Yuliani.
(bal/)











































