Hizbullah Tolak Hentikan Serangan
Senin, 17 Jul 2006 00:33 WIB
Beirut - Ketegangan di Timur Tengah tampaknya masih akan terus berlanjut. Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah bersumpah akan terus menyerang jika Israel tidak menghentikan serangannya ke Libanon."Kami akan menggunakan semua kekuatan kami. Selama musuh tidak berhenti, kami juga tidak akan berhenti" tegas Nasrallah dalam sebuah siaran televisi di Libanon seperti dilansir AFP, Senin, (17/7/2007).Sebelumnya, Hizbullah membalas serangan Israel dengan menembakkan roket ke beberapa wilayah Israel. Di sebuah stasiun kereta api di kota Haifa 9 warga Israel menjadi korban. Sedangkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.Menaggapi serangan itu, Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz menyatakan Israel akan menyerang semua lokasi yang dicurigai menjadi tempat Hizbullah meski itu akan memakan korban warga sipil seperti yang dilakukan di Beirut."Mereka yang menyerang Haifa akan membayar dengan harga yang sangat mahal. Kami sudah memerintahkan untuk menghancurkan semua sasaran yang mampu dideteksi tak peduli dimanapun lokasinya" ancam Peretz.Sementara itu di Beirut, Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Libanon Fuad Siniora untuk membahas ketegangan yang semakin meluas ini.Dalam Pertemuan itu Siniora meminta agar PBB segera turun tangan untuk menghentikan serangan Israel yang disebutnya sebagai 'hukuman kolektif' bagi warga Libanon.Siniora juga menyatakan Libanon kini sebagai zona bencana dan meminta bantuan pihak asing untuk segera menghentikan konflik ini.
(bal/)











































