George W Bush:
Israel Berhak Mempertahankan Diri
Minggu, 16 Jul 2006 23:43 WIB
Moscow - Pasukan Israel terus menyerang. Tak hanya Palestina, Libanon dan Suriah mulai dijadikan sasaran. Namun Presiden Amerika Serikat George W Bush justru berpendapat apa yang dilakukan Israel adalah mempertahankan diri."Sebagai negara berdaulat Israel mempunyai hak untuk mempertahankan diri dari aktivitas teroris," kata Bush seperti dilansir AFP, usai Bertemu Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Saint Petersburg, Rusia, Minggu (16/7/2006).Tak hanya itu Bush pun melanjutkan ucapannya. "Kami berpesan agar Israel mempertahankan diri tetapi hati-hati dengan konsekuensinya," cetusnya.Bush yang bertemu dengan Blair di sela-sela pertemuan pemimpin negara-negara maju G8, mengatakan gerilyawan Syiah Libanon atau Hizbullah dibantu oleh Suriah dan Iran."Satu kesimpulam menarik tentang pertempuran sengit yang terjadi, ini membuka akar penyebab ketidakstabilan di Timur Tengah dan Hizbullah mempunyai hubungan dengan Suriah, lalu Hizbullah berhubungan dengan Iran, dan Suriah mempunyai hubungan dengan Iran," ujarnya.Sementara sekutu terdekatnya Blair juga berpendapat senada. "Faktanya ada orang di kawasan itu (Iran dan Suriah) yang tidak ingin demokratisasi, kedamaian dan perundingan sukses," ujarnya.Sebelumnya, Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih Stephen Hadley pada Sabtu 15 Juli mengatakan, kalau Washington akan berusaha mempengaruhi rekan mereka di G8 agar menyetujui pernyataan yang menyalahkan Hizbullah, Hamas, Iran dan Suriah atas kekerasan yang terjadi."Konsep usulan yang diajukan Gedung Putih mempersalahkan Hizbullah sebagai akar permasalahan dari kekerasan yang terjadi. Dan kelompok militan Palestina Hamas, juga Iran dan Suriah membantu mereka," tegasnya.
(bal/)











































