6 Tentara dan 18 Sipil Libanon Tewas
Minggu, 16 Jul 2006 02:38 WIB
Beirut - Serangan secara spartan terus dilancarkan tentara Israel dari udara Libanon. Serangan itu diarahkan kepada pelabuhan dan radar di Pantai. Serangan ini pun menewaskan 18 sipil dan 6 tentara.Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (15/7/2006), jet-jet Israel dengan tanpa ampun menghancurkan mercu suar, instalasi radar di pelabuhan Beirut. Pada serangan pertama, serangan ini hampir mengenai jantung ibukota Libanon.Di Tel Aviv, angkatan darat israel menyatakan mereka telah menghancurkan sejumlah jaringan di Libanon. Salah satu yang dihancurkan itu adalah basecamp dari kelompok Hizbullah. "Kami telah menghancurkan setiap radar pantai di Libanon," kata Kepala Operasi Militer Israel Jenderal Gadi Azincot dalam konferensi Pers di Kementerian Pertahanan.Akibat serangan itu, 6 tentara Libanon tewas dan melukai 9 tentara lainnya. Helicopter-helikopter Israel juga menembakkan 2 rudal tepat di pelabuhan di pusat kota Keristen Juineh sebelah utara Beirut.Azincot menyatakan 6 sasaran terhadap kelompok militan Shiite juga telah dihancurkan di selatanBeirut. "Kami khawatir sasaran ini adalah target teroris dan warga sipil seharusnya tidak berada di sana," ujarnya.Dia menambahkan, sejumlah tempat yang digunakan Hizbullah untuk meluncurkan rudal katyusha juga telah dihancurkan semua. Serangan-serangan ini pun akan terus dilakukan melalui udara, darat, dan laut.Selain menewaskan 6 tentara Libanon, serangan itu juga menewaskan 18 warga sipil. 11 anak-anak dan 7 orang dewasa menjadi korban keganasan tentara Israel.Bahkan jenazah mereka hancur lebur akibat serangan tersebut mengenai 2 buah kendaraan yang sedang melintas. "Sangat sulit untuk mengidentifikasi jenazah ini, apakah laki-laki atau perempuan," kata Ali Zeineddine, dokter yang memvisum jenazah tersebut. Sejumlah fotografer melihat, badan-badan dari anak kecil dan dewasa terbakar. Mereka menjadi korban setelah rudal Israel menghantam mobil yang sedang dikendarai di dekat Shamaa."Anak-anak berusia antara 7 hingga 12 tahun. Kami mencoba untuk mengangkat 4 korban yang hampir seluruhnya terbakar. Namun yang lainnya masih terbakar di dalam mobil lebih dari 3 jam," kata pekerja pertahanan sipil Abbas Moghrabiyeh.
(ary/)











































