Korban Roket Arab dan Yahudi Dirawat di Bunker Israel
Sabtu, 15 Jul 2006 22:56 WIB
Nahariya - Kaum Yahudi dan Arab akhirnya dapat berdampingan. Namun, mereka melakukannya di atas kasur di RS At Nahariya yang berada di Timur Laut Israel.Mereka itu adalah korban dari roket-roket yang dilontarkan Hizbullah. Mereka dirawat di sebuah bunker yang luas yang dapat menahan serangan penyakit."Di sini enak. Saya merasa aman," lirih seorang remaja Israel Arab, Aslan, yang berusia 18 tahun, salah satu korban seperti dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu (15/7/2006).Shrapnel menderita luka di lengan kanannya. Dan dokter menyatakan dia tidak dapat menggunakan tangannya lagi. "Saya tidak tahu ketika saya kembali ke rumah, tapi ketika saya melakukannya saya tidak akan takut dengan roket," ujarnya. Ketika ditanya mengenai Hizbullah, Aslan menyatakan,"Mereka baik dan buruk," sebelum dipotong dokternya,"jangan bicara mengenai politik. Dia masih muda".Mereka ditempatkan di tempat itu untuk menghindari serangan roket yang membabi buta. Di tempat itu disediakan 650 tempat tidur."Tempat isolasi ini tidak hanya berguna saat perang. Jika sebuah truk yang membawa bahan kimia terbalik, kita dapat melindungi mereka, karena kita tidak ingin mereka terkontaminasi," kata seorang liason officer Judith Jochnowitz.
(ary/)











































