Bintang Kecil, Upaya Melia Kembalikan Lagu Anak yang 'Hilang'

ADVERTISEMENT

Bintang Kecil, Upaya Melia Kembalikan Lagu Anak yang 'Hilang'

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 23 Okt 2022 11:57 WIB
Jakarta -

Suatu sore di penghujung minggu, Sheena 'Starlight' dan sang ibu sedang sibuk di ruang tamu rumahnya. Mereka berdua asyik mengatur posisi laptop, webcam, dan pengeras suara untuk kelas daring yang sudah rutin diadakan sejak awal 2021 lalu.

Semua 'alat tempur' selesai disiapkan. Tak perlu menunggu lama, kelas daring Sheena dimulai. Gadis cilik itu menyapa gurunya di balik monitor laptop, menyatakan siap untuk mengikuti kelas

Tak lama, terdengar alunan musik dari perangkat pengeras suara. Sheena mengangguk-angguk mengikuti irama. Senyum menghiasi raut wajahnya. Sesaat, ia menarik napas kemudian mulai bernyanyi.

Sheena 'Starlight' atau Afsheena Zerina Sofialdin adalah penyanyi cilik dan ventriloquist asal Bekasi. Di sela-sela kegiatannya yang padat, ia tetap menyempatkan untuk mengasah kemampuan vokalnya lewat kelas-kelas daring. Salah satunya adalah kelas vokal yang disediakan oleh Bintang Kecil.

Bintang Kecil merupakan sebuah aplikasi penyedia lebih dari 700 lagu anak. Tak hanya itu, terdapat juga berbagai layanan kelas daring untuk anak-anak.

Melia Lustojoputro sang inisiator tidak memiliki latar belakang sebagai seorang musisi. Ia lebih dikenal sebagai penata busana dan fotografer yang telah merintis kariernya selama lebih dari dua dekade. Meski begitu, kegemarannya dalam mengolah nada menjadi musik, mendorongnya untuk berkarya di bidang ini.

"Sesudah anak-anak (saya) lahir, saya coba bikin lagu lullaby untuk mereka. Saya coba bikin lagu untuk mereka jalan, untuk mereka bermain, gitu. Dan lagu anak-anak itu kan sangat sederhana, gitu ya, jadi bikinnya itu enak. Nggak bikin kepala pusing," terang Melia di program Sosok, detikcom.

Seiring bertambahnya usia sang anak, Melia menyadari betapa sedikitnya opsi lagu untuk didengar buah hatinya. Lagu anak Indonesia yang semakin langka membuat Melia berpikir bagaimana cara untuk menjayakan kembali lagu-lagu yang ramah anak. Akhirnya, gagasan membuat aplikasi Bintang Kecil pun tercetus.

Ia meyakini bahwa lagu anak adalah metode yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada anak. Maka, Melia pun menyasar anak-anak usia 3-12 tahun untuk aplikasi buatannya. Menurut Melia, anak-anak di usia tersebut saat ini sangat kekurangan hiburan yang sesuai dengan usia mereka.

"Lagu anak-anak ini sebenarnya sangat berperan terhadap perkembangan karakter mereka. Untuk anak-anak yang tumbuh dengan karakter yang tidak sesuai dengan usianya itu, mereka akan cenderung untuk mempunyai sifat yang agresif, koruptif, apatis, dan nggak adil terhadap sesama. Dan itu membayangi kita karena mereka itu yang nanti akan jadi pemimpin kita," jelas Melia.

"Terutama anak-anak SD. Saat ini mereka kekurangan input atau hiburan untuk mereka. Anak-anak SD ini udah nggak mau nyanyi lagu Balonku, Pelangi, jadi itu sebabnya mereka mengadaptasi lagu dewasa yang mereka anggap lebih keren," lanjutnya.

Dukungan yang dibutuhkan Bintang Kecil, halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT