Galian Kabel PLN, Omzet Restoran di Mampang Turun 40%
Sabtu, 15 Jul 2006 15:58 WIB
Jakarta - Gara-gara galian kabel PLN, pengunjung restoran di sepanjang Jalan di Mampang jadi malas singgah di rumah makan langganan mereka. Akibatnya, omzet yang dikantongi pengusaha restoran pun turun hingga 40 persen."Omzet kami turun hingga 40 persen. Proyek PLN mengambil satu jalur, jadijadi banyak yang terlanjur ke jalur cepat dan tidak ada yang mau ke jalur lambat karena parkir susah dan macet. Mereka jadi malas singgah ke sini," kata Manajer Restoran Sederhana Ismail Darwis kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (15/7/2006).Sebelum ada galian kabel PLN, menurut dia, restoran yang menyajikan aneka masakan Padang ini dapat mengeruk Rp 10 juta per hari. "Sekarang hanya Rp 4 juta hingga 6 juta," ujarnya.Ismail mengaku pihaknya telah menyampaikan komplain ke PLN. "Ada yang bilang 6 bulan proyek ini selesai dan ada yang bilang 3 bulan. Saya juga pernah tanya ke pekerjaanya katanya akhir Juli selesai," terangnya.Keluhan serupa juga disampaikan Mira Tania, pengelola Restoran Bakmi Naga. "Proyek PLN ini menghambat pelanggan yang akan singgah. Yang dulu bisa jalan lewat jalur lambat sekarang harus lewat jalur cepat. Pelanggan mengeluh soal kesusahan jalan," kata Mira.Omzet Bakmi Naga juga turun 30 hingga 40 persen. "Nominalnya saya belum jelas. Per hari paling jelek dapat Rp 1,8 juta hingga Rp 2,5 juta sebelum ada galian. Sekarang cuma di bawah Rp 1 juta per hari," kata Mira.Agar tidak kehilangan pelanggan, menurut Mira, Bakmi Naga memberikan pilihan untuk pembeli dengan memesan lewat delivery, menyebarkan selebaran, dan menelepon langganan.
(aan/)











































