Dituding Rusak Independensi LSM, Partnership Cuek

Dituding Rusak Independensi LSM, Partnership Cuek

- detikNews
Sabtu, 15 Jul 2006 12:45 WIB
Jakarta - Lantaran mengucurkan dana segar, Partnership Government Reform Indonesia (PGRI) dituding merusak independensi LSM dan gerakan mahasiswa. Namun, Partnership menanggapi dingin tudingan itu."Ya dituding, ditudinglah," kata Ketua Partnership Government Reform Indonesia M Sobary singkat usai diskusi di Universitas Paramadina Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7/2006).Tudingan tersebut dilontarkan anggota ARBAS Adian Napitupulu yang menyatakan aliran dana dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan Bappenas melalui PGRI yang kemudian dikucurkan ke berbagai organisasi gerakan mahasiswa telah merusak independensi sehingga gerakan terkontrol dan terbungkam.Sobary menjelaskan pemberian dana tersebut sesuai azas grant (hibah) dan diberikan bagi LSM dan gerakan mahasiswa yang dipercayakan mengelola dana untuk kepentingan masyarakat."Banyak yang dapat. Datanya ada di kantor saya tidak hafal," ujarnya.LSM yang menerima adalah LSM yang orientasinya pada good government, membangun pelayanan publik, police reform, legal dan judicial reform serta pendidikan pemilih.Menurut dia, dana diberikan sesuai besarnya program dalam proposal. "Kalau program yang diajukan dari proposal LSM kecil maka dananya juga kecil. Kalau program yang diajukan besar maka dananya besar. Misalnya untuk program kecil seperti UI, dapat dana sekitar Rp 1 miliar. Untuk program besar seperti PP Muhammadiyah dan NU dapar sekitar Rp 6 miliar," terang Sobary. (aan/)



Berita Terkait