PDIP Minta Dinkes DKI Pastikan RS Siap Tangani Gagal Ginjal Misterius

ADVERTISEMENT

PDIP Minta Dinkes DKI Pastikan RS Siap Tangani Gagal Ginjal Misterius

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 22 Okt 2022 09:14 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak
Gilbert Simanjuntak (Dok. DPRD DKI).
Jakarta -

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menyinggung soal penanganan kasus gagal ginjal akut misterius di DKI Jakarta. Menurutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI harus berperan aktif untuk menangani masalah tersebut.

Awalnya, Gilbert menyinggung soal kasus gagal ginjal akut misterius yang masih belum jelas. Perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan soal kondisi tersebut.

"Saat ini, belum jelas penyebabnya. Sebagian mengatakan sisa penyakit COVID (long COVID), lalu sekarang dihubungkan dengan obat sirup tertentu yang mengandung zat EG yang melebihi batas," kata Gibert.

Penelitian secara klinis dan epidemiologis penting untuk mencegah lebih banyak kasus.

"Tentu yang sudah gagal ginjal perlu penanganan, dan mereka butuh diidentifikasi dan dibantu. Sedangkan pencegahan terhadap jatuhnya korban lebih banyak, adalah dengan penelitian klinis dan epidemiologis untuk mengetahui penyebab yang jelas," katanya.

Gilbert, lalu mengkritik Dinkes soal penanganan kasus gagal ginjal. Gilbert meminta agar Pemprov menyiapkan rumah sakit provinsi agar siap menangani kasus gagal ginjal tersebut.

"Dinkes selama ini hampir tidak berfungsi, padahal ini tanggungjawabnya. Lebih banyak organisasi profesi yang bicara. Dan gubernur yang baru (Pj Gubernur Heru Budi Hartono). Sebaiknya Dinkes juga proaktif di lapangan dan juga menyiapkan RS Pemprov untuk kasus gagal ginjal ini," katanya.


Dinkes Bakal Sisir RS di Jakarta

Kasus gagal ginjal akut misterius terhadap anak di Jakarta kini berjumlah 71 kasus. Menindaklanjuti hal ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyisir seluruh RS di Ibu Kota untuk memastikan seluruh pasien terdata.

"Kami menyisir semua rumah sakit di DKI apakah memang ada kasus di sana dan dilaporkan ke kita," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Labkesda Rawasari, Kamis (20/10) kemarin.

Widyastuti menyampaikan pihaknya terus melakukan persiapan terhadap infrastruktur penunjang penanganan pasien gagal ginjal akut misterius. Di samping itu, Dinkes DKI juga berkoordinasi dengan RS vertikal dan Kemenkes melakukan pembekalan terhadap tenaga kesehatan dalam menangani kasus.

"Kami berkoordinasi dengan RS vertikal dan Kemenkes melakukan pembekalan bagi perawat dan dokter anak sehingga nanti akan ada lebih banyak tim SDM nakes yang bisa menangani kasus ini," jelasnya.

(aik/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT