SMA & SMK Negeri DKI Hanya Bisa Tampung 35% Lulusan SMP
Sabtu, 15 Jul 2006 05:00 WIB
Jakarta - Daya tampung SMA dan SMK negeri di DKI Jakarta tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP. Dari keseluruhan lulusan SMP tahun 2006, hanya 35% yang bisa ditampung di sekolah lanjutan negeri. Waduh!Jumlah keseluruhan lulusan tahun 2006 yang akan melanjutkan sekolah di DKI Jakarta mencapai 140.000. Namun daya tampung sekolah negeri hanya 46.000. Padahal minat masyarakat padasekolah negeri masih sangat tinggi."Kalau masyarakat masih negeri minded maka pasti banyak anak yang tidak tertampung, jadi sisanya mau tidak mau harus ke swasta," ujar Kepala Seksi Pendataan dan Penyusunan Program Gunas Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Gunas Mahdianto.Hal itu disampaikan dia di Kantor Dikmenti, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (14/7/2006).Dari angka 140.000 tersebut, 132.000 berasal dari DKI, 6.000 dari luar DKI, dan 2000 dari Kejar Paket B. Jumlah SMA negeri se-Jakarta hanya 116 sekolah, sedangkan SMK negeri berjumlah 60.SMA swasta di DKI 181 dan SMK swasta berjumlah 522. Daya tampung SMA dan SMK secara keseluruhan adalah 171.000. Mampu menampung semua lulusan SMP."Hampir semua sekolah negeri diminati, tapi kebanyakan di SMA plus," imbuh Gunas.SMU plus adalah SMA negeri favorit. Di DKI ada 13 sekolah yang dikenal SMA plus. Sekolah itu adalah SMA 8, SMA 68, SMA 13, SMA 70, SMA 78, SMA 81, SMA 12, SMA 14, SMA 28, SMA 61, SMA 34, SMA 3, dan SMA 1.Ditanya mengenai sistematika penerimaan siswa baru SMA dan SMK, Gunas mengatakan seleksi penerimaan ditentukan passing grade berdasar nilai siswa."Kita tidak menentukan passing grade. Kita memakai sistem pasar. Nilai anak-anak yang menentukan passing grade. Kalau nilainya kecil, otomatis dia akan tersingkir karena kalah dengan nilai yang lebih besar," jelas Gunas.
(nvt/)











































