Kalla: Passing Grade UN Akan Dinaikkan
Sabtu, 15 Jul 2006 03:00 WIB
Jakarta - Tidak lulusnya ratusan siswa sekolah pada Ujian Nasional (UN) 2006, tidak membuat pemerintah menurunkan nilai standar kelulusan. Standarnya bahkan terus ditingkatkan demi mengejar ketertinggalan dari Malaysia dan Singapura."Setiap tahun passing grade akan naik 0,5," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan MerdekaSelatan, Jakarta, Jumat (14/7/2006.Pernyataan tersebut disampaikannnya di hadapan puluhan orang guru favorit se Jawa-Sumatera, yang akan mengadakan studi perbandingan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar ke sejumlah negara-negara di ASEAN.Pada tahun ajaran ini, nilai passing grade yang diterapkan adalah 4,5. Sementara sebelumnya hanya 4,25. Meski begitu, angka itu cukup merontokkan ratusan siswa dalam UN.Dengan peningkatan standar tersebut, target nilai passing grade pada 2009 mencapai angka enam."Passing grade di Malaysia saja sekarang sudah 6. Singapura bahkan 8. Soal matematika dan bahasa Inggris tingkat SD di sana sama dengan SMP di sini. Soal SMP-nya mendekati SMA", imbuh Kalla.Berdasar hasil perbandingan didapati negara yang standar pendidikannya relatif sama dengan Indonesia adalah Filipina. Ini sekaligus merupakan jawaban mengapa Indonesia dan Filipina jadi pemasok tenaga kerja kasar terbesar ke Singapura dan Malaysia."Kita kirimnya buruh bangunan, pembantu rumat tangga. Sebaliknya Singapura dan Malaysia ke sini kirimnya pekerja level manager," Kalla membandingkan.Lebih lanjut pria dari Partai golkar ini mewanti-wanti para guru favorit peserta studi banding agar mempelajari benar-benar hal-hal menarik yang ditemui. Menurutnya yang paling utama adalah kebesaran hati guru untuk tidak memanjakan anak didiknya."Guru-guru jangan biasakan memberi angka tidak benar pada murid. Kalau dapatnya tiga jangan naikkan menjadi 6. Guru yang curang tidak termasuk pahlawan tanpa tanda jasa," tandas Kalla.
(nvt/)











































