Bersarung, Soeharto Tinggalkan RSPP
Jumat, 14 Jul 2006 21:58 WIB
Jakarta - Meski mendapat perlakuan medis, namun mantan Presiden Soeharto tak harus menginap di rumah sakit. Dibalut kemeja lengan panjang putih dan sarung ungu, penguasa Orde Baru itu meninggalkan RSPP.Soeharto keluar dari RSPP Jl Kiai Maja, Jakarta, Jumat (14/7/2006) pada pukul 21.00 WIB. Dua putrinya, Mamiek dan Tutut tampak mendorong kursi roda Soeharto menuju mobil Alphard hitam metalik.Pria tua ini tak berkata-kata. Dengan wajah pucat, Presiden RI II ini melambaikan tangan dan tersenyum kepada para wartawan."Mohon doanya ya, bapak baik-baik saja," ujar Tutut.Soeharto pun dibantu beberapa pengawalnya masuk ke dalam Alphard bernomor polisi B 8834 AT. Sementara putrinya naik Toyota Kijang warna biru tua bernomor polisi B 8575 C. Wush..., dua mobil itu pun melaju.Sementara itu anggota tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo mengatakan secara fisik, kondisi Soeharto stabil. "HB-nya 10 persen. Harus terus diawasi supaya tidak capai," terangnya.Ditambahkan Djoko, pada Selasa (18/7) mendatang, tim dokter akan mengecek kesehatan Soeharto lagi. Pengecekan tidak dilakukan di RSPP, melainkan di kediamannya."Darahnya akan diperiksa apakah gula darahnya normal atau tidak. Sebulan sekali akan dipantau," imbuh dia.Menurut Djoko, penyakit Soeharto yang tidak bisa sembuh adalah bekas stroke yang menyerang dia beberapa waktu lalu."Kalau jalan pelan-pelan Pak Harto bisa, dan komunikasinya baik," tandasnya.Soeharto masuk RSPP sekitar pukul 15.00 WIB. Ia langsung dibawa ke ruang endoscopy untuk mencabut selang yang ada di ususnya. Selang itu terpasang sejak Mei lalu, untuk menyuplai makanan dalam bentuk cairan.Makanan cair harus dipilih karena pendarahan usus dan lambung yang dialami Soeharto, menyebabkan kesulitan memasukkan makanan lewat mulut.
(nvt/)











































