Menko PMK Bakal Undang Kemendag dan Kemenperin soal Kasus Gagal Ginjal

ADVERTISEMENT

Menko PMK Bakal Undang Kemendag dan Kemenperin soal Kasus Gagal Ginjal

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 21 Okt 2022 13:05 WIB
Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy sudah menerima laporan dari Menteri Kesehatan (Menkes) terkait kasus gagal ginjal akut di Indonesia. Muhadjir selanjutnya bakal mengundang Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk membahas terkait bahan baku impor obat.

"Sudah lapor ke saya tapi belum karena saya harus ngundang dengan Menteri Perdagangan, Kementerian Perindustrian, terutama karena kemungkinan ini bahan bakunya impor, bahkan mungkin obatnya itu sendiri impor," kata Muhadjir kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022).

Muhadjir bakal menanyakan perihal supervisi Kemenperin mengenai bahan baku obat yang dicurigai menyebabkan kasus gagal ginjal akut. Selain itu, Muhadjir mengatakan kasus gagal ginjal saat ini masih ditangani Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama BPOM.

"Kemudian di dalam negeri mesti kita libatkan juga Kementerian Perindustrian bagaimana supervisinya terhadap industri-industri domestik yang sekarang dicurigai sebagai pemicu gagal ginjal akut itu," kata Muhadjir.

BPOM Tarik 5 Obat Tercemar EG

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) merilis lima obat yang mengandung cemaran etilen glikol di luar ambang batas aman. Kandungan tersebut dicurigai sebagai penyebab gagal ginjal akut misterius di Indonesia yang menewaskan 99 anak.

Kebanyakan dari kasus yang dilaporkan terjadi pada balita. Adapun lima obat sirup temuan BPOM RI meliputi:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @ 60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

BPOM RI melakukan uji sampling pada 39 batch dari 26 obat sirup, tetapi tidak dirinci keseluruhan obat yang dimaksud, selain lima produk di atas yang diduga tercemar EG. BPOM RI menyebut obat tersebut berasal dari produsen dengan rekam jejak kepatuhan minim terkait aspek mutu obat.

"Terhadap hasil uji 5 (lima) obat sirup dengan kandungan EG yang melebihi ambang batas aman. BPOM telah melakukan tindak lanjut dengan memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melakukan penarikan obat sirup dari peredaran di seluruh Indonesia dan pemusnahan untuk seluruh batch produk," beber BPOM dalam dilansir detikhealth, Kamis (20/10).

"Penarikan mencakup seluruh outlet antara lain pedagang besar farmasi, instalasi farmasi pemerintah, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan," sambung dia.

(knv/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT