Stok Vaksin COVID-19 Menipis, Dinkes DKI Pusatkan Layanan di Puskesmas

ADVERTISEMENT

Stok Vaksin COVID-19 Menipis, Dinkes DKI Pusatkan Layanan di Puskesmas

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 21 Okt 2022 11:28 WIB
Warga permukiman padat Sunter Agung antusias ikuti vaksinasi booster saat Ramadan. Diketahui, vaksin booster jadi syarat untuk warga yang hendak mudik lebaran.
Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan stok vaksin COVID-19 di Ibu Kota mulai menipis. Saat ini, DKI tengah menunggu distribusi stok vaksin dari Kementerian Kesehatan.

"Vaksinasi COVID masih berjalan, memang kita sekarang sedang shortage (kurang) untuk vaksinnya. Kita juga sama-sama nunggu dapat distribusi vaksin lagi dari Kemenkes," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia saat dimintai konfirmasi, Jumat (21/10/2022).

Dinkes DKI memastikan penyuntikan vaksin masih terus bergulir dengan menyesuaikan ketersediaan stok. Caranya adalah memfokuskan pelayanan di puskesmas yang tersebar di kecamatan DKI Jakarta.

"Iya (di puskesmas). Jadi setiap kecamatan ada titik-titik yang di-pool-in di situ untuk layanan vaksinasi, biar nggak mencar-mencar supaya efisien. Vaksin sudah terbatas. Kalau dipencar-pencar, nanti pemanfaatannya nggak maksimal, malah jadi sayang. Jadi menyesuaikan titik layanannya," jelasnya.

"Vaksin yang ada sementara juga tetap kita maksimalkan pemberiannya walaupun mungkin titik pelayanan vaksinasinya belum bisa banyak lagi karena vaksinnya juga belum tersedia dalam jumlah yang cukup," tambahnya.

Dwi memandang kondisi kekurangan stok vaksin juga dirasakan oleh daerah luar Jakarta. Karena itu, masing-masing pemerintah daerah terus berkomunikasi intens dengan Kemenkes terkait ketersediaan vaksin COVID-19.

"Jadi dorong-mendorong vaksin, itu bersama Kemenkes tapi semua sama posisinya kekurangan," terangnya.

Merujuk data ketersediaan stok vaksin yang diakses melalui website Kementerian Kesehatan, stok vaksin COVID-19 yang tersisa di DKI Jakarta sebanyak 28.958. Stok vaksin ini diperkirakan cukup selama 18 hari dengan frekuensi vaksinasi per pekan 1.530 dosis.

(taa/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT