Nonton Danau Ajaib, Warga Dilarang Lewati Sungai
Jumat, 14 Jul 2006 17:35 WIB
Ambon - Hingga saat ini danau ajaib di Dusun Mamua, Desa Hila, Kecamatan Leihatu, Kabupaten Maluku Tengah, masih jadi tontonan warga. Untuk menuju danau ini, warga harus rela melewati bukit dan pegunungan. Warga dilarang melewati sungai, karena dikhawatirkan danau akan jebol.Larangan warga melewati sungai untuk menuju danau ini datang dari Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Leihatu Iptu Umar Sahupala. "Kami meminta warga tidak melalui jalur sungai. Sebab dikhawatirkan sewaktu-waktu tanah penahan danau itu bisa jebol," kata Kapolsek saat dihubungi detikcom, Jumat (14/7/2006).Kekhawatiran Kapolsek terhadap bahaya danau ini masuk akal. Sebab, penahan danau ini hanya berupa tanah dengan tebal 20 meter dengan tinggi 30 meter. Bila air yang menggenang di danau ini semakin banyak, bisa jadi kekhawatiran itu akan terjadi.Jarak terdekat danau ajaib ini dengan pemukiman warga sekitar 2 km. Warga Dusun Mamua yang sebelumnya mengungsi, kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Meski begitu, mereka masih khawatir dengan kejadian yang aneh ini. Siskamling tetap digelar setiap malam.Sementara itu, Kepala Dusun Mamua, Hamid Tomia, mengatakan, warganya bersedia mengungsi atau menempati tempat yang lebih aman, jika sewaktu-waktu bahaya mengancam. "Kami siap mengungsi apabila pemerintah provinsi dan kabupaten menyediakan tempat untuk kami," ujar dia.Terkait dengan danau ajaib ini, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah sudah menurunkan timnya ke lokasi. Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga sudah mendatangi lokasi. Dinas PU berencana mendatangkan alat berat untuk menggali tanah penahan danau, agar air bisa mengalir.Tapi, sayangnya, pengiriman alat berat ke lokasi danau ini masih mengalami hambatan. Sebab, jalan yang dilalui sangat kecil dan berbukit-bukit. Air di danau ini harus dialirkan agar volumenya tidak terus naik yang bisa menjebol bukit penahan danau tersebut.Menurut Hamid, fenomena alam aneh ini diketahui saat sungai di dusunnya tiba-tiba kering. Padahal, sebelumnya sungai ini berlimpah air. Warganya juga selalu menggunakan sungai itu untuk mencuci pakaian dan mandi.Saat mengetahui sungai tiba-tiba kering, warga pun panik. Lantas, keesokan harinya Hamid mengurus beberapa pemuda untuk menyusuri sungai untuk mengetahui apa penyebab sungai yang tiba-tiba kering kerontang itu.Betapa terkejutnya mereka saat sampai di sebuah bukit. Bukit yang sebelumnya ladang cokelat dan pala itu tiba-tiba sudah runtuh. Lantas mereka pun naik ke atas bukit di sampingnya dan melihat ada danau di bekas bukit yang runtuh itu.
(asy/)











































