Minus Iwan Pontjo, Direksi Jamsostek Tangkis Dugaan Korupsi

Minus Iwan Pontjo, Direksi Jamsostek Tangkis Dugaan Korupsi

- detikNews
Jumat, 14 Jul 2006 16:50 WIB
Jakarta - Direksi PT Jamsotek minus Dirut Iwan Pontjowinoto, membantah tudingan korupsi dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). Barisan direksi ini mengaku siap bertanggung jawab terhadap tuntutan KSBSI.Sebelumnya KSBSI menuntut PT Jamsostek karena dianggap melakukan penyimpangan bunga dana Jaminan Hari Tua (JHT).KSBSI menuding Dirut Jamsostek menurunkan bunga JHT menjadi lebih rendah dari bunga deposito bank, dan pengadaan mobil dinas bagi jajaran direksi PT Jamsostek.KSBSI mempertanyakan bunga JHT tahun 2005 yang hanya 8 persen, padahal bunga deposito bank saat itu sebesar 9,2 persen. Sementara pengadaan mobil dinas untuk jajaran direksi dan IT diduga tidak melalui tender terbuka."Tidak ada penyimpangan dana JHT 2005, kami siap bertanggung jawab untuk mengklarifikasi hal itu," kata Direktur Investasi Jamsostek, Iskandar Z Rangkuti dalam konferensi pers di Gedung Jamsostek, Jalan MT Haryono, Jakarta, Jumat (14/7/2006).Jumpa pers dihadiri seluruh direksi yang menuntut Iwan Pontjo mundur, yaitu Direktur Umum dan SDM Andi Achmad, dan Direktur Operasi dan Pelayanan Tjarda Muchtar, kecuali Direktur Keuangan Tri Lestari.Menurut Andi Achmad, ketidakhadiran Direktur Keuangan yang juga satu kubu, karena sedang cuti. Sementara ketidakhadiran Iwan Pontjo, menurut Andi, karena yang bersangkutan sedang ada rapat konsultasi dengan Menakertrans.Dalam jumpa pers tersebut, Iskandar menjelaskan perhitungan bunga JHT sebesar 8 persen didasarkan atas penghitungan bunga deposito selama satu tahun. Menurutnya, bunga deposito di bank baru naik sampai 13 persen pada bulan September."Jadi kalau dirata-rata selama satu tahun bunga deposito berkisar 7,8 persen, lalu kita tetapkan bunga JHT menjadi 8 persen," kata Iskandar.Untuk tahun ini, menurut Iskandar, Jamsostek akan meningkatkan bunga JHT menjadi 10 persen. Selain itu Jamsostek juga memberikan 50 persen laba bersih tahun 2005 untuk dana kesejehteraan JHT.Laba bersih Jamsostek tahun 2005 mencapai Rp 629,62 miliar naik dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 421,06 miliar.Sementara sampai triwulan I-2006, Jamsostek mencatat laba bersih Rp 427,47 miliar atau mencapai 62,33 persen dari target dalam RKAP.Data triwulan I-2006 mencatat pendapatan iuran JHT dan NJHT sebesar Rp 1,639 triliun atau 22,6 persen dari target RKAP.Jamsostek juga telah membayar JHT dan NJHT sebesar Rp 739,38 miliar, dana investasi yang direalisasikan Rp 40,185 triliun atau 90,76 persen dari anggaran. Sementara pendapatan investasi bruto sampai triwulan I-2006 sebesar Rp 1,852 triliun atau 39,67 persen dari RKAP. (ir/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait