Eksekutor Amrozi Cs Telah Siap
Jumat, 14 Jul 2006 14:41 WIB
Semarang - Meski belum ada kejelasan waktu dan tempat pelaksanaannya, Polda Jateng telah menyiapkan regu tembak untuk mengeksekusi terpidana mati kasus Bom Bali II Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra. Kapolda Jawa Tengah Irjen Dody Sumantyawan mengakui telah menerima informasi awal yang menyebutkan Amrozi akan dieksekusi di Jateng. Namun untuk pelaksanaannya, kepolisian masih menunggu kornfirmasi dari kejaksaan."Kapan dan di mana eksekusinya, hingga kini belum ditetapkan. Bisa saja eksekusi tertunda karena dia (Amrozi) mengajukan upaya hukum lagi," katanya di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jum'at (14/7/2006).Dody menjelaskan, persiapan personel regu tembak tidak dilakukan dengan sembarangan. Undang-undang sudah mengatur siapa pemimpin regu itu dan apa pangkatnya. Menurut Dody, pihaknya mengacu pada hal tersebut.Pucuk pimpinan kepolisian di Jateng ini mengungkapkan, selama menunggu pelaksanaan eksekusi pihaknya melatih regu tembak dengan ketrampilan dan keseimbangan mental. "Untuk eksekusi kita membutuhkan dua hal tersebut," tandasnya."Kapan pun kami diminta, kami siap. Itu amanat undang-undang. Dan, kami memang harus melakukannya," tegasnya.Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Negeri Denpasar melalui Kejaksaan Tinggi Bali telah mengirimkan surat permohonan izin kepada Menkum dan HAM untuk melakukan eksekusi mati terhadap Amrozi (43), Abdul Azis alias Imam Samudra (38) dan Muklas alias Ali Gufron (46). Setelah disetujui Menkum dan HAM, kejaksaan meminta eksekusi dilakukan di wilayah Jateng untuk efisiensi. Bila ketiganya dibawa ke Bali, masalah keamanan jadi kekahwatiran tersendiri. Karena itu, eksekusi akan dilakukan di wilayah Jateng.Amrozi dan kakak kandungnya, Ali Gufron, serta Imam Samudra divonis mati karena terlibat aksi pengeboman yang terkenal dengan sebutan Bom Bali II, 12 Oktober 2002 lalu. Ketiganya sempat 'mencicipi' kurungan beberapa bulan di Lapas Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, sebelum akhirnya dipindah ke LP Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah hingga kini.
(nrl/)











































