Setelah Gempa, Kekeringan dan Ulat Ancam Klaten
Jumat, 14 Jul 2006 14:36 WIB
Solo - Belum genap dua bulan warga kawasan lumbung tanaman pangan di Klaten dihajar gempa, kini mereka masih harus menghadapi cobaan berikutnya. Ratusan hektar tanaman mereka terancam puso karena hama ulat dan kekurangan suplai air.Di Kecamatan Bayat, Klaten, tidak kurang dari 200 hektar tanaman jagung dan kedelai terancam gagal panen karena petani kesulitan mendapatkan air. Dam penampung air hujan atau embung yang diandalkan warga untuk pertanian telah mengering hampir sebulan.Padahal kawasan itu termasuk daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi pada musim penghujan lalu. Bahkan hujan deras masih sering turun hingga awal bulan Juni. Beberapa hari pasca-gempa misalnya, ribuan korban terpaksa basah kuyup di tenda darurat.Para petani menuturkan sejak sebulan terakhir dam di daerahnya telah mengering sehingga irigasi yang berasal darinya tidak berfungsi. Kelangkaan air ini berdampak langsung pada tanaman jagung yang membutuhkan banyak siraman air di awal hingga pertengahan pertumbuhannya."Untuk membeli air kami tidak memiliki kemampuan karena tingginya harga. Satu tanki air seharga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Padahal satu hektar lahan setiap hari rata-rata membutuhkan dua tanki air. Hampir pasti kami gagal panen dan musim tanam Agustus juga akan mundur," ujar Prayitno, salah seorang petani setempat.Tanaman jagung di kawasan itu mulai tampak layu dan mengering. Bahkan sebagian diantaranya telah dibabat pemiliknya untuk dijual sebagai pakan ternak.Hama UlatJika tanaman jagung terancam puso karena kekeringan, tanaman kedelai di daerah itu juga terancam puso karena serangan hama ulat. Tidak kurang dari 50 hektar tanaman kedelai di kawasan itu, sebagian besar tanaman kedelai meranggas diserbu ulat.Bahkan di beberapa lahan dipastikan tanamannya rusak parah dan tidak dapat dipetik lagi hasilnya. Akibat serangan hama itu, para petani akan merugi Rp 7 juta hingga Rp 10 juta untuk setiap hektar tanaman kedelai.
(nrl/)











































