TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Baby Lobster Rp 1,3 M ke Singapura

ADVERTISEMENT

TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Baby Lobster Rp 1,3 M ke Singapura

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 20 Okt 2022 11:28 WIB
TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Baby Lobster Rp 1,3 M ke Singapura (dok Dispen AL)
Foto: TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Baby Lobster Rp 1,3 M ke Singapura (dok Dispen AL)
Jakarta -

TNI AL bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Juanda Surabaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster sebanyak 26.432 ekor. Diperkirakan baby lobster tersebut senilai Rp 1,3 miliar.

Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Heru Prastyo, mengatakan, pengungkapan hal tersebut bermula dari informasi yang didapat dari intelijen. Dari informasi yang didapat lobster tersebut akan dikirimkan dari Surabaya menuju Singapura menuju terminal 2 keberangkatan internasional Bandara Juanda.

TNI AL kemudian membidik satu pelaku inisial RS yang menjadi penumpang penerbangan tersebut dengan barang bawaan berupa koper besar hitam yang berisikan lobster. Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda lantas bekerjasama membagi sektor operasi penyekatan dan merencanakan proses penangkapan di area keberangkatan.

Heru melanjutkan, setelah berhasil ditangkap, dari koper hitam besar milik pelaku RS betul ditemukan barang bukti berupa lobster tanpa dilengkapi dokumen resmi. Koper tersebut berisikan 29 kantong berisi 26.432 ekor baby lobster. Dengan rincian 24 kantong yang berisi 22.752 ekor benih bening lobster jenis pasir, 5 kantong berisi 3.680 ekor benih bening lobster jenis mutiara.

Selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan kepada Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I untuk kemudian dilepaskan ke perairan Madura.

Sementara itu, pelaku RS diproses hukum dan disangkakan pelanggaran UU kepabeanan pasal 102 A Undang-Undang nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan.

Heru menyebut, pengungkapan upaya penyelundupan ini merupakan hasil kerjasama yang baik dan wujud sinergitas komunitas Bandara Juanda dalam sebuah tim yang terdiri dari Lanudal Juanda, Bea dan Cukai Juanda, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, BKIPM Surabaya I, PT. Angkasa Pura I (Persero), serta Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya.

Pengungkapan ini juga sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono agar para komandan lapangan tidak ragu mengambil keputusan sesuai lingkup kewenangan dengan tetap mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku. Heru mengatakan hal tersebut merupakan peringatan bagi pihak yang masih ingin mencoba melakukan tindakan serupa.

"Ini merupakan peringatan keras bagi pihak-pihak yang masih ingin coba-coba melakukan tindakan pelanggaran hukum di wilayah Bandara Internasional Juanda," kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/10/2022).

Simak juga 'KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 30 M ke Singapura':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT