Waks! Seragam Sekolah di Riau Mencapai Rp 1,5 Juta

Waks! Seragam Sekolah di Riau Mencapai Rp 1,5 Juta

- detikNews
Jumat, 14 Jul 2006 11:59 WIB
Pekanbaru - Tahun ajaran baru merupakan waktu paling ditakuti wali murid. Ketakutan ini cukup beralasan karena anak-anak mereka harus membeli seragam baru dari sekolah. Harganya mencapai jutaan rupiah! "Bapak Bupati Bengkalis, kami masyarakat Mandau kewalahan dengan keputusan sekolah mewajibkan membuat pakaian seragam dan bayar ke sekolah. Bagaimana bagi kami yang tidak mampu untuk sekolah". Pesan singkat lewat SMS itu diterima Bupati Bengkalis, Syamsurizal. "Bapak Bupati dan Dinas Pendidikan tolong tegur ketua PSB (Penerimaan Siswa Baru-red) salah satu SMAN di Mandau yang mengancam calon siswa yang tidak membuat pakaian di sekolah dianggap mengundurkan diri, sehingga meresahkan orang tua tak mampu." Lantas apa tanggapan Bupati Bengkalis atas SMS wali murid yang keberatan atas kewajiban seragam sekolah itu? Kepada detikcom, Jumat (14/7/2006), Syamsurizal lewat Kabag Humas Johansyah Syafri mengatakan sangat kecewa adanya pemaksaan seragam dari sekolah negeri di Bengkalis. Diungkapkan Johan, setelah membaca SMS itu, Bupati langsung menghubungi berbagai pihak, termasuk pemilik HP untuk mencari tahu sekolah mana yang dimaksudkan. "Dari investigasi yang langsung dilakukannya, Bupati mengetahui bahwa keluhan itu disampaikan salah seorang wali murid di sebuah SLTA Negeri yang berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai Balai Makam Duri," jelas Johan. Terkait dengan munculnya keluhan seperti itu, tambahnya, Bupati mengingatkan agar masing-masing sekolah jangan sampai memberatkan orang tua dalam proses pengadaan pakaian seragam sekolah. "Kalau memang orang tua siswa tidak mampu, jangan dipaksakan. Dan, masalah pengadaan pakaian seragam ini tidak boleh dijadikan ajang bisnis oleh sekolah. Sebaliknya, sekolah harus membantu atau memberikan berbagai kemudahan," tegas Syamsurizal. Sehubungan dengan keluhan wali murid itu, kata Johan, Bupati mengaku telah menugaskan pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), khususnya Cabang Dinas Dikpora Kecamatan Mandau untuk mengecek kebenaran tersebut. Soal seragam sekolah yang menjadi beban wali murid ini, sebenarnya terjadi di seluruh sekolah negeri di Riau. Dari penelusuran detikcom, untuk setingkat sekolah dasar, mesti menggunakan seragam merah putih. Kalau soal ini mungkin tidak menjadi masalah, karena berlaku secara nasional. Nah yang menjadi beban itu adanya keharusan membeli baju batik sekolah, baju melayu, dan baju olahraga. Baju-baju ini disediakan pihak sekolah dan wali murid diwajibkan untuk membelinya. Ini belum lagi baju Pramuka. Nah, kalau dijumlahkan harga seragam yang diwajibkan itu, satu murid SD minimal terbebani Rp 900 ribu! Sedangkan untuk SMP dan SMA, juga diberlakukan yang sama dan tentunya harganya akan lebih mahal lagi. Rata-rata setingkat SMP dan SMA di Riau untuk urusan baju harus mengeluarkan kocek Rp 1,5 juta. Itu baru seragam lho. Belum lagi wali murid harus belanja sepatu seragam, buku, tas, sampai uang les. Siapa tak megap-megap? (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait