Atasi Kekeringan, 29 Daerah di Jateng Didrop Air Bersih

Atasi Kekeringan, 29 Daerah di Jateng Didrop Air Bersih

- detikNews
Jumat, 14 Jul 2006 11:52 WIB
Semarang - Kekeringan di berbagai daerah membuat Pemprov Jateng bekerja ekstra. Untuk memenuhi kebutuhan primer di 29 daerah rawan kekeringan, mereka mendrop air bersih. Ke-29 daerah rawan itu adalah Blora, Rembang, Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Jepara, Kota Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Pemalang, Tegal, Kota Tegal, Brebes, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Solo, Sukoharjo, Purworejo, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Banjarnegara dan Purbalingga. "Air bersih ini hanya untuk memenuhi kebutuhan seperti memasak dan minum. Bukan untuk keperluan pertanian atau yang lain," kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Ateng Chozany Miftah di kantornya, Jalan Pahlawan Semarang, Jum'at (14/7/2006). Ateng belum bisa merinci kebutuhan air untuk pengedropan selama musim kemarau tahun ini. Namun, sebagai perbandingan, tahun lalu pihaknya menyalurkan sebanyak 15.000 tangki air selama musim kemarau. Satu tangki air berisi 5 ribu liter. "Tahun ini kebutuhan airnya bisa juga bertambah. Soalnya, beberapa pihak menyatakan, tahun ini kemarau lebih panjang dibanding tahun lalu," ujarnya pendek. Saat ini, lanjutnya, Pemprov sudah menyiapkan beberapa truk tangki yang telah disiagakan di tiga lokasi yakni Pati, Magelang, dan Purwokerto. Teknis pengedropan air bersih akan dilaksanakan Kesbanglinmas pemerintahan setempat. "Kemarin, kami drop air ke desa-desa yang mengalami kesulitan air di Grobogan. Daerah itu rata-rata ada 24 tanki air yang disalurkan setiap hari," katanya. "Kebutuhan dana untuk droping air bersih selama musim kemarau itu akan menghabiskan biaya Rp 1,5 milyar. Tahun lalu, hanya habis Rp 1,1 miliar," lanjutnya. Dana tersebut diambilkan dari pos anggaran bencana. Secara keseluruhan, tahun ini Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan Rp 35 milyar untuk pos bencana. Sebanyak Rp 10 miliar di antaranya adalah dari perubahan APBD 2006. (nrl/)


Berita Terkait