Kasus HIV/AIDS di Sumbar Cenderung Meningkat
Jumat, 14 Jul 2006 11:34 WIB
Padang - Jumlah penderita HIV/ AIDS di Sumatera Barat (Sumbar) cenderung meningkat setiap tahunnya. Dalam 14 tahun terakhir, sedikitnya 150 orang di Sumbar dinyatakan terinfeksi virus mematikan itu dan 15 orang di antaranya meninggal dunia.Demikian disampaikan Direktur Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumbar, Firdaus Jamal, kepada detikcom di kantornya, Jl. Seberang Padang,Jumat (14/7/2006). Menurut dia, pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama tercatat sebagai kelompok yang paling banyak terinfeksi."Dalam beberapa tahun terakhir, ada kecenderungan penderita HIV/AIDS itu tidak lagi didominasi oleh orang dari luar yang masuk ke Sumbar, melainkan warga yang hidup dan menetap di Sumbar. Dari total penderita HIV/AIDS yang terdata, kecenderungan skala umurnya berkisar antara belasan hingga 30 tahun," ujarnya.Dikatakan Firdaus, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait telah melakukan sejumlah kegiatan untuk menekan laju pertumbuhan HIV/AIDS di Sumbar. Kegiatan itu, antara lain upaya pencegahan melalui penyebarluasan informasi mengenai HIV/AIDS dan kegiatan pelayanan di klinik PKBI untuk kelompok-kelompok berisiko HIV/AIDS.Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, pihaknya mengimbau kalangan yang berisiko HIV/AIDS, seperti pengguna narkoba jarum suntik, PSK, dan pengguna jasa pembuatan tato untuk memeriksakan darahnya secara rutin. Sebelumnya, pada Jumat (7/7/2006), seorang pasien RS M. Djamil E (27) meninggal dunia karena AIDS. Warga Purus Padang itu menghembuskan nafas terakahir setelahdirawat selama 20 hari di RS M. Djamil dan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Padang.
(asy/)











































