Pesawat Kepresidenan Turun Mesin, SBY Carter Garuda

Pesawat Kepresidenan Turun Mesin, SBY Carter Garuda

- detikNews
Jumat, 14 Jul 2006 11:27 WIB
Jakarta - Ada yang baru dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Medan dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) selama dua hari ini. SBY dan rombongan tidak menggunakan pesawat kepresidenan yang selama ini dipakai untuk kunjungan dalam negeri, yakni RJ-85 milik Pelita Air Service (PAS).Pesawat RJ-85 keluaran tahun 1992 ini sedang masuk bengkel untuk pemeriksaan rutin. Nah, selama pesawat kepresidenan 'turun mesin', akhirnya pihak istana mencarter pesawat Boeing 737-300 milik Garuda.Informasi yang dikumpulkan detikcom, Jumat (14/7/2006), SBY bersama rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis kemarin sudah menggunakan pesawat milik Garuda ini. "Untuk sementara kita carter Garuda. Setelah RJ-85 selesai diservis, akan dipakai lagi," terang salah seorang staf kepresidenan.Sementara pesawat Fokker-28 dan Boeing 737-200 milik TNI AU yang selama ini juga digunakan oleh Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya untuk cadangan.Selama ini presiden dan wakil presiden bila bepergian di sejumlah wilayah di Tanah Air selalu menggunakan pesawat kepresidenan RJ 85 milik PAS. Pesawat buatan tahun 1992 ini dibeli Pertamina era Presiden Soeharto dan dijadikan pesawat khusus kepresidenan. Selain Soeharto, Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri maupun SBY mengandalkan pesawat ini.Bila presiden dan wakil presiden berkunjung ke berbagai daerah berbarengan, pilihan berikutnya adalah pesawat TNI AU, yaitu Fokker 28 dengan nomor register A2802 dan Boeing 737-200. Kedua pesawat ini juga dibanderol menjadi pesawat kepresidenan. Baik Wapres Jusuf Kalla maupun sewaktu Wapres Hamzah Haz sering menggunakan pesawat kepresidenan milik TNI AU ini. Untuk Fokker 28 memang cukup tua, pesawat ini produksi tahun 1980, sedangkan Boeing 737-200 yang baru saja dimodifikasi merupakan pesawat tua juga, buatan tahuan 1981.Khusus pesawat Boeing 737-200 milik TNI AU ini baru saja dimodifikasi VIP dengan tampilan lebih baru lagi. Pesawat ini sengaja akan digunakan untuk menggantikan pesawat Kepresidenan RJ 85 milik PAS yang saat ini di-overhaul. Modifikasi pesawat Boeing sudah kelar dan uji coba penggunaan dilakukan Presiden SBY sepulang dari kunjungan kerja ke Pulau Buru, Maluku, beberapa bulan lalu.Selain pesawat milik TNI AU dan RJ 85, pesawat yang sering disewa pemerintah untuk pesawat kepresidenan adalah Airbus A-330 milik maskapai Garuda. Khusus untuk pesawat ini hanya digunakan bila presiden maupun wakil presiden akan melakukan kunjungan ke luar negeri, karena pesawat ini bisa mengangkut 200 sampai 300 penumpang.Prototipe A-330 terbang pertama kali pada November 1992. Presiden Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati maupun SBY selalu menggunakan pesawat ini untuk berkunjung ke berbagai benua dan negara. Pesawat yang memiliki jarak jelajah 8.000-12.000-an kilometer ini memiliki dek untuk penumpang. Pesawat ini juga memiliki lantai bawah yang luas sehingga bisa berfungsi sebagai ruang penyimpanan kargo.Nah, khusus untuk penerbangan jarak pendek, terutama ke lokasi-lokasi yang tidak terjangkau dengan menggunakan pesawat, presiden maupun wakil presiden mengandalkan helikopter jenis Super Puma milik TNI AU, yakni SA-330 dan SA-332.Pesawat kepresidenan ini menjadi bahan pembicaraan menarik sewaktu pesawat Fokker 28 milik TNI AU yang digunakan Wapres Jusuf Kalla mengelami kerusakan pada kaca depan. Kalla kemudian melontarkan perlunya pergantian pesawat kepresidenan.Setelah melalui pro dan kontra, akhirnya Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengarahkan telunjuknya ke PT Garuda Indonesia untuk mempersiapkan pesawat kepresidenan ini. Kemungkinan yang akan digunakan adalah Boeing 737-500. (jon/)


Berita Terkait