SBY Batal ke Korut Dinilai Tepat
Jumat, 14 Jul 2006 10:56 WIB
Jakarta - Keputusan Presiden SBY membatalkan kunjungannya ke Korea Utara disambut positif kalangan DPR. Putusan itu dinilai tepat, karena kehadiran RI di sana tidak akan berpengaruh bagi perdamaian di Semenanjung Korea.Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR AS Hikam dan Ali Mochtar Ngabalin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/7/2006)."Nggak ada urgensinya ke Korut. Indonesia tidak akan bisa melakukan apapun bagi Korut. Negara itu sudah punya kebijakannya sendiri," kata Hikam kepada detikcom.Politisi PKB ini justru menyarankan SBY mengunjungi negara-negara Eropa. Kunjungan ke Eropa dinilai lebih bermanfaat dibandingkan ke Korut."Ada yang lebih penting yaitu ke Eropa. Sampai sekarang SBY belum pernah ke sana. Padahal ini sangat strategis dan ini dipertanyakan. Kalau ke Korea kepentingannya kurang," cetus Hikam.Mantan Menristek ini menilai kunjungan ke Eropa akan memberikan manfaat bagi kepentingan investasi, politik dan pariwisata. Apalagi Uni Eropa saat ini termasuk kelompok negara-negara yang berpengaruh dalam percaturan internasional."Hubungan luar negeri harusnya melihat aspek geopolitik, Uni Eropa lebih punya pengaruh dibanding kepentingan ke Korea baik untuk investasi dan lain sebagainya," tegas dia.Hal senada juga disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Ali Mochtar Ngabalin. Selain menilai tepat putusan SBY, dia menyarankan SBY agar lebih memperhatikan persoalan di dalam negeri dibanding mengurusi perdamaian di Korea yang belum tentu membuahkan hasil."Perlu dipahami banyak persoalan internal yang masih perlu mendapatkan perhatian. Saya kira pembatalan ini adalah hal yang tepat," tandas Ngabalin kepada detikcom.
(umi/)











































