Gerilya Erick Thohir di Balik Terhindarnya Indonesia dari Sanksi FIFA

ADVERTISEMENT

Gerilya Erick Thohir di Balik Terhindarnya Indonesia dari Sanksi FIFA

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 18 Okt 2022 17:50 WIB
Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir (Istimewa)
Jakarta -

Upaya menyelamatkan persepakbolaan Indonesia pasca-Tragedi Kanjuruhan melibatkan kerja senyap yang dilakukan Erick Thohir. Gerilya sang menteri melobi sana-sini berkontribusi menyelamatkan Indonesia dari sanksi, bahkan berhasil 'mendatangkan' Presiden FIFA ke RI.

Informasi yang dihimpun, upaya Erick Thohir menyelamatkan sepakbola Indonesia dari sanksi FIFA sudah dimulai sehari setelah peristiwa kelam Tragedi Kanjuruhan. Selagi memantau upaya evakuasi dan identifikasi korban, pihak Istana meminta Erick Thohir, yang sedang berada di luar negeri, menggunakan jaringan internasionalnya menghubungi FIFA.

Saat itu, di dalam negeri, pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mencari tahu fakta sebenarnya di balik Tragedi Kanjuruhan. Lalu atas permintaan dari Istana, Erick Thohir bergerak melakukan lobi-lobi internasional. Sejumlah pihak dia hubungi agar Indonesia tak disanksi.

Hasil gerilya Erick cepat terasa. Mantan Presiden Klub Inter Milan itu bisa bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, pada 5 Oktober 2022, empat hari setelah tragedi. Dalam pertemuan itu, Erick menyampaikan surat dari Presiden Jokowi ke Gianni.

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Presiden FIFA (dok. istimewa).Menteri BUMN Erick Thohir bersama Presiden FIFA (dok. Istimewa)

Di dalam negeri, di tanggal yang sama, Presiden Jokowi mengumumkan hasil komunikasinya dengan Presiden FIFA. Jokowi menyatakan sudah berkomunikasi via telepon dengan Gianni membahas Tragedi Kanjuruhan. Namun belum ada informasi soal potensi sanksi dalam pengumuman Jokowi.

Dalam percakapan telepon itu, Jokowi menyatakan Gianni memastikan FIFA akan membantu pembenahan sepakbola Indonesia. Lalu, pada 7 Oktober, Jokowi mengumumkan FIFA sudah menyurati Indonesia dan menyatakan tak akan memberi sanksi.

Kembali ke Erick Thohir, usai pertemuan di Doha, Erick menyusun rencana untuk mewujudkan niat Gianni mengunjungi Indonesia. Pemimpin tertinggi federasi sepakbola dunia itu direncanakan bakal mendatangi Indonesia pada pertengahan Oktober 2022.

Hingga akhirnya rencana itu terlaksana hari ini, Selasa (18/10). Presiden FIFA Gianni Infantino benar-benar mengunjungi Indonesia dan bertemu Presiden Jokowi.

Erick Thohir dan Presiden FIFA Gianni InfantinoErick Thohir dan Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto: Dok. Istimewa)

Pertemuan dengan Jokowi dan Gianni menghasilkan sejumlah keputusan penting. Keduanya sepakat melakukan transformasi sepakbola Indonesia secara menyeluruh.

Jokowi mengatakan transformasi mencakup aspek pertandingan dan keamanan. Selain itu, penonton dan pemain harus dipastikan keselamatannya saat menonton sepakbola.

"Untuk itu, kita sepakat mengkaji kembali kelayakan stadion dan juga menerapkan teknologi untuk membantu mitigasi aneka potensi yang membahayakan penonton maupun pemain," kata Jokowi usai pertemuan di Istana, Jakarta, hari ini.

Erick Thohir-Shin Tae-yongErick Thohir-Shin Tae-yong (Foto: Instagram @erickthohir)

Selain itu, keputusan penting lain dari FIFA adalah soal Piala Dunia U-20. FIFA menyatakan Indonesia tetap akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Usai dari Istana, Gianni mengunjungi PSSI. Erick Thohir semobil dengan Gianni dalam perjalanan menuju PSSI.

Simak Video 'Presiden FIFA: Tragedi Kanjuruhan Salah Satu Hari Tergelap di Sepak Bola':

[Gambas:Video 20detik]



(tor/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT