SBY Batal ke Korut Menguatkan Intervensi Asing di Indonesia
Jumat, 14 Jul 2006 07:39 WIB
Jakarta - Batalnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawat ke Korea Utara sangat disayangkan kalangan DPR. Anggota Komisi I DPR RI Effendi Choirie menilai, pembatalan Presiden SBY tidak strategis untuk kepentingan politik luar negeri Indonesia karena terkesan adanya intervensi asing "Harusnya Pak SBY tetap saja berangkat. Kalau dibatalin seperti sekarang ini, masyarakat jadi bertanya-tanya. ada apa ini? Apa ada intervensi?" kata Effendi ketika dihubugi detikcom Jumat (14/7/2006).Menurut politisi PKB ini, ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea karena kenekatannya melakukan uji coba nuklir yang seharusnya dapat sedikit diredakan dengan lobi-lobi SBY sebagai kepala negara. Apalagi SBY sudah menjanjikan jauh-jauh hari untuk melakukan kunjungan kenegaraan di negara tersebut."Ini kesempatan untuk berkontribusi ikut menciptakan perdamaian dunia, sesuai dengan pembukaan UUD 45," tambahnya.Pembatalan kunjungan SBY disebabkan munculnya ketegangan baru akibat uji coba rudal Taepodong, oleh Korea Utara. Presiden SBY memutuskan menunda sementara kunjungan kenegaraannya ke Korea Utara dan Korea Selatan yang sedianya dijadwalkan pada 17-22 Juli.Keputusan penundaan ini merupakan hasil konsultasi dengan utusan khusus, Nana Sutresna yang sebelumnya telah pergi ke Pyongyang dan memperhatikan perkembangan serta reaksi internasional atas kasus nuklir Korea Utara.Keputusan ini juga telah dikonsultasikan dan hasilnya disampaikan kepada pemerintah Korea Utara dan Korea Selatan.
(ahm/)











































