Tanah Bukit Ambruk Sering Digali Warga untuk Cat
Jumat, 14 Jul 2006 06:50 WIB
Ambon - Danau ajaib yang timbul akibat ambruknya tanah di perbukitan Dusun Mamua, Ambon menghebohkan warga sekitarnya. Ternyata, sebelum terjadi peristiwa tanah ambruk, warga sering menggali tanah perbukitan untuk cat."Tanah disitu cair. Dan digunakan warga untuk mengacat rumah. Sebelum jadi danau, warga masih mengambil tanah-tanah itu untuk mengacat rumah mereka. Dan catnya sangat kuat dan tahan lama, warnanya abu-abu," ungkap Hamid Tomia, Kapala Dusun Mamua, Ambon ketika ditemui detikcom Kamis (13/7/2006).Oleh karena itu, tambah Hamid, warga di sekitarnya menamakan lokasi perbukitan yang ambruk sebagai tanah cat.Peristiwa alam yang jarang terjadi ini juga membuat para pejabat teras di sana tertarik untuk mengunjunginya. Pejabat tersebut juga memikirkan bagaimana mengatasi permasalahan danau ajaib itu.Dan dalam kesempatan tersebut para pejabat teras juga memberikan saran suapay tanah yang menhambat aliran air pada danau itu digali, sehingga air dapat mengalir. "Dua hari lalu, sempat ada dari Pemda Maluku datang dan mau menggali menggunakan alat berat. Namun alat berat yang mau didatangkan sulit menuju lokasi danau, karena jalanan berbukit dan sulit," ujar Hamid.Disamping itu, warga kata hamid, juga bersedia dipindahkan, jika sewaktu-waktu danau itu jebol dan mengancam pemukiman warga. "Seluruh warga bersedia," katanya. Kepala Badan Metrologi dan Geofisika Ambon, Beny Sipolo, kembali memastikan, jika ambruknya bukit dan memunculkan danau merupakan pergerakan permukaan bumi. "Dusun Mamua itu berada dalam jalur patahan (sesar), jika dilihat dari peta geologi pulau Ambon. Dan patahan itu menuju desa Alang Kecamatan Leihitu," kata Sipolo kepada wartawan.Kendati demikian, Sipolo menambahkan, jalur di dusun Mamua masuk dalam patahan tidak aktif. Namun dia bisa aktif jika ada pergerakan lempengan bumi.
(ahm/)











































