SBY Serukan Pemimpin Dunia Menahan Diri dari Konflik
Kamis, 13 Jul 2006 17:55 WIB
Medan - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Indonesia akan mengambil peran dalam upaya membantu penyelesaian krisis-krisis internasional yang tengah terjadi di dunia saat ini. Semua pihak yang terlibat dalam konflik-konflik diminta untuk menahan diri, karena konflik hanya akan merugikan umat manusia. "Kita berharap Indonesia memiliki posisi yang sangat jelas, menyerukan kepada seluruh pemimpin di dunia ini, negara-negara di dunia, untuk menahan diri, dan mencegah konflik, kekerasan, apalagi perang-perang terbuka," kata SBY di Medan, Kamis (13/7/2006). Dia berbicara di luar teks saat meresmikan pembangunan pembangunan 500 unit rumah tipe 36 yang berada di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Peresmian itu sendiri berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan. Disebutkan SBY, dunia saat ini menghadapi begitu banyak persoalan. Konflik, kekerasan dan tragedi kemanusiaan banyak terjadi di mana-mana. SBY merujuk pada konflik yang terjadi di Timur Tengah. "Keadaan di Irak, Afghanistan, ketegangan di Iran, konflik bersenjata di jalur Gaza antara Israel dengan Palestina, Israel dengan Libanon, di Somalia, ketegangan di Semenanjung Korea, dan lain-lain. Ini semua membuat umat manusia berprihatin," kata SBY. Disebutkannya, semua konflik dan tragedi itu hanya akan menimbulkan korban umat manusia, yakni rakyat tempat konflik itu terjadi. Dalam kaitan ini, kata SBY, Indonesia akan tetap mengambil peran dalam upaya membantu mengatasi krisis internasional tersebut. "Indonesia akan tetap memainkan peran internasionalnya sesuai dengan yang diamanatkan UUD 1945. Ikut serta dalam memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Itu akan terus kita jalankan untuk mencegah pertumpahan darah yang lebih luas," katanya.
(nrl/)











































