Abdi Negara Ini Dorong Warga Bondowoso Daftar JKN

ADVERTISEMENT

Abdi Negara Ini Dorong Warga Bondowoso Daftar JKN

Sukma Nur - detikNews
Senin, 17 Okt 2022 19:55 WIB
Sapto Edy
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Menjadi seorang abdi negara yang bertugas di Puskesmas Sempol, Kabupaten Bondowoso selama 28 tahun membuat Sapto Edy Suayoto (45) menyadari pentingnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kesehatan. Pasalnya dalam kurun waktu tersebut, ia merasakan dan melihat langsung bagaimana warga sebagai para peserta JKN berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Saya tugas di sini sudah mau kepala tiga dan tidak pernah pindah-pindah. Selain karena tugas, saya juga sudah nyaman tinggal di sini karena udaranya yang sejuk dan masyarakatnya juga yang ramah-ramah. Di sini hampir semua yang berobat pakai JKN dan itu sangat membantu sekali, baik rawat inap maupun rawat jalan," ujar Sapto dalam keterangan tertulis, Senin (17/10/2022).

Sapto menceritakan hal yang pertama kali ia pastikan setiap kali ada yang datang ke puskesmas adalah kepesertaan pengunjung dalam program JKN. Menurutnya, hal tersebut adalah salah satu upaya dirinya membantu BPJS Kesehatan untuk mensosialisasikan pentingnya program JKN.

"Pertama kali saya tanyakan ke warga di sini adalah punya kartu JKN atau tidak. Kalau punya, saya selalu berpesan agar selalu dicek apakah kartunya masih aktif atau tidak, karena, saya ingin mereka benar-benar bisa tenang dilayani," ceritanya.

Ia mengatakan dirinya tidak tega jika harus melihat masyarakat yang tidak memiliki

kartu JKN harus membayar pelayanan kesehatan. Karenanya, ia selalu berpesan kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan seluruh anggota keluarganya menjadi peserta JKN agar saat sakit, biaya pengobatannya bisa ditanggung oleh JKN.

"Jika saya melihat kartunya aktif, saya merasa senang dan tenang, karena pasiennya tidak perlu lagi memikirkan biaya. Yang menjadi hal paling tidak enak itu ketika pasien harus dirawat inap dan ternyata belum terdaftar sebagai peserta JKN. Saya selalu menyarankan mereka untuk segera mendaftar JKN," ungkapnya.

Dedikasi Sapto agar masyarakat berobat menggunakan JKN juga tidak berhenti pada pengecekan kartu saja. Ia bersama teman-temannya selalu siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Puskesmas Sempol ini jauh dari pusat kota, selain itu jalannya ini berkelok dan terjal, waktu tempuhnya kalau harus dirujuk yaitu sekitar dua jam lebih. Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah Jampit harus datang ke Puskesmas dengan penuh perjuangan karena jarak mereka yang sangat jauh dengan kondisi jalan yang tidak seperti jalan di perkotaan," ujar Sapto.

Sapto kembali bercerita, dukungannya terhadap Program JKN tak lepas dari kisah anaknya yang bisa melakukan operasi hidrosefalus karena adanya program tersebut. Untuk diketahui, hidrosefalus adalah penyakit akibat adanya tumpukan cairan di dalam rongga jauh di dalam otak yang menyebabkan kerusakan otak dan ditandai dengan pembesaran kepala pada bayi.

"Anak saya yang kedua harus operasi di kepalanya karena menderita hidrosefalus, operasinya berjalan sebanyak tiga kali di rumah sakit dan alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Tentunya semua itu berkat JKN yang sudah menanggung semua biaya operasi. JKN ini sangat membantu saya sekali. Saya tidak bisa membayangkan jika harus pakai biaya sendiri, sudah berapa rupiah yang dikeluarkan untuk bisa sembuh dari penyakit itu," kata Sapto

Sapto melanjutkan selain pengobatan anaknya yang kedua, Program JKN juga membantu anak pertamanya yang harus masuk rumah sakit karena terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kala itu, ia harus bolak-balik dari Sempol ke Kabupaten Jember untuk menjaga anaknya yang dirawat di rumah sakit.

"Selain anak saya yang kedua, sekitar tiga bulan yang lalu anak saya yang pertama terkena DBD yang harus dirawat di rumah sakit di wilayah Jember karena ia sedang berkuliah di sana. Alhamdulilah, sekali lagi saya bersyukur karena biaya perawatannya sudah ditanggung JKN," tambahnya.

Melihat banyaknya masyarakat termasuk dirinya yang sudah merasakan manfaat dari Program JKN ini, Sapto tidak pernah berhenti mengucapkan syukur dan dengan senang hati akan terus membantu mensukseskan Program JKN di lingkungannya.

"Saya sangat ingin mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan melalui Program JKN ini. Berkat program ini, masyarakat yang berada di wilayah Sempol bisa sehat tanpa harus mengeluarkan biaya. Begitu pun dengan anak saya sendiri yang sudah sembuh dari sakit yang berkepanjangan," ucapnya.

Sapto mengatakan dirinya memiliki keyakinan jika BPJS Kesehatan akan terus berkembang dan menjadi penolong masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, jika tidak ada Program JKN, mungkin akan banyak harta yang dijual untuk biaya pengobatan.

"Saya yakin, Program JKN ini akan selalu ada dan BPJS Kesehatan akan selalu menjadi pendamping setia masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," tandasnya.

Simak juga 'Menkes Budi: Deteksi Dini Penyakit Kronis Akan Ditanggung JKN':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT